AYAT-AYAT MUTASYABIHAT MENURUT MUHAMMAD ASAD DAN PENERAPANNYA DALAM TAFSIR “THE MESSAGE OF THE QUR’AN"

AZIZURROCHIM, 17503164005 (2019) AYAT-AYAT MUTASYABIHAT MENURUT MUHAMMAD ASAD DAN PENERAPANNYA DALAM TAFSIR “THE MESSAGE OF THE QUR’AN". [ Thesis ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (190kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (571kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (4MB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (92MB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (65MB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (26MB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (8MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB)

Abstract

Tesis dengan judul “Ayat-ayat Mutasyabihat Menurut Muhammad Asad Dan Penerapannya Dalam Tafsir “The Message Of The Qur’an” ini ditulis oleh Azizurrochim dengan pembimbing Dr. H. Abad Badruzaman, Lc., M.Ag dan Dr. Salamah Noorhidayati, M. Ag. Kata Kunci: Muhammad Asad, Wujud Tuhan, Eskatologi, Aktivitas Allah. Penelitian dalam Tesis ini dilatar belakangi oleh adanya posisi penafsiran terhadap ayat-ayat mustasyabihat yang masih mengalami polemik di kalangan para mufassir kalsik sampai dengan modern-kontemporer. Masing-masing mufassir memiliki cara pandang, metode yang berbeda dalam menggali kandungan di setiap ayat al-Qur’an. Muhammad Asad adalah salah satu mufassir yang memiliki paradigma penafsiran berbeda khususnya dalam menyikapi ayat-ayat mutasyabihat. Ia cukup rasional dalam menafsirkannya dan menggunakan pendekatan alegori atau simbolis yang tidak digunakan oleh ulama’ sebelumnya. Rumusan penelitian dalam penulisan Tesis ini adalah (1) Bagaimana konsep ayat-ayat mutasyabihat Muhammad Asad? (2) Bagaimana penafsiran Muhammad Asad tentang ayat-ayat Wujud Tuhan, Eskatologi, Aktivitas Allah? Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research (kepustakaan) dengan teknik deskriptif-analitik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, penulis menyimpulkan beberapa hal: (1) Menurut Asad, ayat-ayat mutasyabihat hanya dapat dipahami menggunakan imaji-imaji pinjaman (loan-images) yang sesuai dengan pengalaman faktual dan mental manusia agar ayat-ayat al-Qur’an dapat difahami secara baik. Ia mendasarkan pada konsep al-Zamakhsyari ketika menafsirkan Q.S al-Ra’d (13):35 yang disebutnya “tamtsilan li-ma ghaba ‘amma bi-ma nusyahid” dengan pendekatan bayani. (2) penafsiran tentang Wujud Tuhan tercermin dalam 3 (tiga) tema yakni Wajh Allah, Yad Allah, ‘ain. Wajh Allah ditafsirkan sebagai suatu simbol utama yang melekat dari sesuatu. Yad Allah ditafsirkan sebagai suatu kegiatan penciptaan tanpa campur tangan pihak lain dengan kekuasaan-Nya. Kata ‘ain ditafsirkan dengan makna perlindungan, penjagaan, pengawasan Allah. Penafsiran tentang eskatologi tercermin dalam 2 (dua) tema yakni tentang konsep neraka dan surge. Neraka ia gambarkan sebagai suatu tempat penderitaan yang akan diperoleh di akhirat oleh manusia yang memiliki bahan bakar manusia dan batu. Surga adalah tempat kebahagiaan untuk manusia yang taat dengan berbagai kenikmatannya yang belum pernah didapatkan di dunia. Penafsiran tentang aktivitas Allah tercermin dalam 3 (tiga) tema yakni Istawa ‘ala al-‘Arsy, Ja’a Rabbuka dan Allah Maha Melihat. Kata Istawa ‘ala al-‘Arsy dengan makna keagungan, kekuasaan dan kedatangan pengadilan Allah. Allah Maha Melihat dita’wilkan oleh Asad dengan kehadiran Allah dalam segala sesuatu kondisi yang terjadi pada semua makhluknya.

Item Type: Thesis (UNSPECIFIED)
Subjects: Agama > Al Quran
Agama > Tafsir Quran
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir
Depositing User: S.Ud 2831123004 AZIZURROCHIM
Date Deposited: 24 May 2021 07:29
Last Modified: 24 May 2021 07:29
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/19392

Actions (login required)

View Item View Item