ANALISIS YURIDIS PUTUSAN PERCERAIAN SUAMI LALAI MEMBAYAR KEWAJIBAN NAFKAH ANAK (Studi Putusan Banding Pengadilan Tinggi Agama Surabaya No. 217/PDT.G/2019/PTA.Sby)

INDRA GUNAWAN, 12102173120 (2021) ANALISIS YURIDIS PUTUSAN PERCERAIAN SUAMI LALAI MEMBAYAR KEWAJIBAN NAFKAH ANAK (Studi Putusan Banding Pengadilan Tinggi Agama Surabaya No. 217/PDT.G/2019/PTA.Sby). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (184kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (236kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (111kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (257kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (580kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (277kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (275kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (307kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (161kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (225kB)

Abstract

Indra Gunawan, 12102173120, Analisis Yuridis Putusan Perceraian Suami Lalai Membayar Kewajiban Nafkah Anak (Studi Putusan Banding Pengadilan Tinggi Agama Surabaya No.217/PDT.G/2019/PTA.SBY) Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, 2020, Pembimbing Ladin S.H.I, M.H. Kata Kunci : Perceraian, Kewajiban Suami, Nafkah Anak Perceraian atau talak secara bahasa ialah menceraikan atau melepaskan, hal yang menyedihkan dan memiliki implikasi sosial yang tidak kecil bagi pasangan terutama bagi yang telah memiliki keturunan, banyak anak yang menjadi korban baik dikarenakan tidak mendapatkan haknya yang layak sebagai seorang anak baik lahir maupun batin. Penelitian ini membahas adanya Perceraian Suami Lalai Membayar Kewajiban Nafkah Anak Studi Putusan Banding Pengadilan Tinggi Agama Surabaya No.217/PDT.G/2019/PTA.SBY, nafkah merupakan kewajiban seorang ayah baik terhadap istri maupun anak jika terjadi perceraian antara suami dan istri seorang ayah tetap berkewajiban menafkahi anaknya sekurang–kurangnya sampai anak tersebut dewasa dan mampu mengurus diri sendiri. Akan tetapi jika seorang ayah telah melalaikan kewajibanya dalam memberikan nafkah kepada anak, dan terjadi kelalaian dalam memberikan nafkah kepada pihak yang wajib diberi nafkahnya, maka pihak yang melakukan kelalaian tersebut dapat di ancam dengan hukuman pidana. Rumusan dalam penelitian ini adalah : 1)Bagaimanakah putusan banding Pengadilan terkait Suami lalai membayar kewajiban nafkah anak? 2)Bagaimanakah pertimbangan Hakim Pengadilan Tinggi dalam putusan banding? 3)Bagaimanakah Tinjauan Yuridis terhadap putusan hakim? Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui putusan banding Pengadilan terkait Suami lalai membayar kewajiban nafkah anak. 2)Untuk mengetahui pertimbangan Hakim Pengadilan Tinggi dalam putusan banding? 3)Untuk mengetahui Tinjauan Yuridis terhadap putusan Hakim. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang menyebabkan terjadinya kelalaian dalam memberikan nafkah anak karena tidak adanya upaya pihak ayah untuk memberi nafkah pasca putusan perceraian yang mengakibatkan putusan perceraian dari pengadilan tidak dapat dilaksanakan.

Item Type: Skripsi
Subjects: Peradilan Islam > Perceraian
Perdata Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: 12102173120 Indra Gunawan
Date Deposited: 27 Dec 2021 02:40
Last Modified: 27 Dec 2021 02:40
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/23588

Actions (login required)

View Item View Item