RICO RUSWANTO, 128503203010 (2023) PEMAKNAAN MASYARAKAT DUSUN TREBUNG TERHADAP Q.S. AL-BAQARAH/ 2: 195 PADA TRADISI NYABIS (Kajian Living Quran). [ Thesis ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (272kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (329kB) | Preview |
|
Text
BAB I.pdf Download (1MB) |
||
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (989kB) |
||
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (572kB) |
||
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (471kB) |
||
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (268kB) |
||
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (377kB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK Tesis dengan judul- Pemaknaan Masyarakat Dusun Trebung Terhadap QS. Al-Baqarah/ 2: 195 Pada Tradisi Nyabis (Kajian Living Quran)- ini ditulis oleh Rico Ruswanto dengan pembimbing Prof. Dr. Abad Badruzaman Lc., M.Ag. dan Dr. Salamah Noorhidayati, M.Ag. Kata Kunci: Fī sabīlillah , Living Qur, Nyabis, Makna Wa anfiqū Fī sabīlillah merupakan kalimat yang terdapat dalam QS. Al Baqarah/2 : 195. Kalimat ini termasuk yang mengalami banyak interpretasi di kalangan mufassir. Diantara makna yang disodorkan adalah jihad (memberi sumbangan fisik atau materi) atas agama Allah Swt., dan berinfak ketika melaksanakan ibadah umroh. Seiring berjalannya waktu, pada masa mufassir abad pertengahan dan kontemporer bermakna segala kebaikan yang dilakukan untuk memperoleh riḋa Allah Swt. Pada konteks saat ini, terdapat sebuah tradisi yang berusaha merepsi makna berinfak di jalan Allah dengan memberi sedekah kepada ulama atau kiai yang disebut Nyabis . Resepsi atas ayat-ayat Alquran ini untuk kemudian dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dapat disebut dengan istilah Living Quran. Karena Living Qur membicarakan sebuah perilaku, maka menurut teori sosiologi pengetahuan yang ditawarkan Karl Mannheim, perilaku tersebut akan mencerminkan tiga makna,yaitu makna obyektif, makna ekspresif dan makna dokumenter. Berdasarkan persoalan yang terdapat pada latar belakang di atas, penelitian ini ingin menjawab tiga fokus persoalan, pertama, bagaimana makna obyektif dari QS. Al-Baqarah/ 2: 195? Kedua, bagaimana makna ekspresif dari QS. Al Baqarah/ 2: 195? dan yang ketiga adalah bagaimana makna Dokumenter dari QS. Al-Baqarah/ 2: 195? Penelitian ini merupakan penelitian Living Qur dengan meminjam kualitatif sebagai metodenya, yaitu dengan mempelajari secara intensif mengenai latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi sosial, individu, kelompok, lembaga maupun masyarakat. Karena jenis penelitian ini adalah field research, maka pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sebagai data sekunder peneliti juga mengumpulkan data yang berasal buku, artikel, jurnal dan sebagainya. Data-data tersebut kemudian dianalisa dengan meminjam teori Karl Mannheim dengan mengungkap makna dari perilaku sosial. Dengan mengaplikasikan teori tersebut kepada data yang ada, penelitian ini menemukan beberapa kesimpulan pemaknaan masyarakat Dusun Trebung terhadap QS. Al-Baqarah/ 2: 195, pertama, makna obyektif QS. Al-Baqarah/ 2: 195 pada tradsisi nyabis adalah bahwa nyabis merupakan tradisi yang dilakukan turun temurun dilatarbelakangi oleh peran kiai di daerahnya. Adapun makna ekspresif nya adalah perbuatan ini diyakini dapat memberikan keberkahan dalam kehidupan, kelancaran rizki dan keterikatan rohani antara guru dan murid. Makna dokumenter dari resepsi ayat ini adalah bahwa kegiatan Nyabis merupakan resepsi dari QS. al-Baqarah/ 2: 195 yang memerintahkan untuk bersedekah di jalan Allah serta menunjukkanadanya kepatuhan masyarakat kepada pendahulunya.
Item Type: | Thesis (UNSPECIFIED) |
---|---|
Subjects: | Agama > Tafsir Quran |
Divisions: | Pascasarjana > Thesis > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir |
Depositing User: | 128503203010 RICO RUSWANTO |
Date Deposited: | 29 Jun 2023 01:49 |
Last Modified: | 29 Jun 2023 01:49 |
URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/36643 |
Actions (login required)
View Item |