TINJAUAN HAK ASASI MANUSIA (HAM) TERHADAP PEMBUNUHAN WARGA MUSLIM PATTANI SELATAN THAILAND

NASUHA YUSOH, 12103183148 (2023) TINJAUAN HAK ASASI MANUSIA (HAM) TERHADAP PEMBUNUHAN WARGA MUSLIM PATTANI SELATAN THAILAND. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (586kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (299kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (818kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (814kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (869kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (934kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (605kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (203kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (513kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Nasuha Yusoh, 12103183148, Tinjauan Hak Asasi Manusia (HAM) Terhadap Pembunuhan Warga Muslim Minoritas Pattani Selatan Thailand, Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dosen Pembimbing Yusron Munawir, M.H, NIP. 198403152019031011 . KATA KUNCI : Tinjauan Hak Asasi Manusia (HAM), Pembunuhan, Warga Muslim Pattani Selatan Thailand. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh jaminan hak asasi manusia tentang kebebasan beragama dalam konstitusi Thailand seharusnya cukup memberi ruang kepada rakyat agar mereka dapat menyuarakan dan menentukan nasib dan hak mereka secara demokrasi. Adanya konstitusi seharusnya juga rakyat mempunyai kebebasan melakukan dan kehendak menurut pandangan masing-masing, sehingga keragaman dan perbedaan itu dapat bernaung dibawah konstitusi dalam upaya menerapkan Undang-UndangKonstitusi. Namun, realita yang ada konstitusi tersebut belum berlaku bagi masyarakat Pattani dimana sejak tahun 1785 M kejadian pembunuhan atau pembantaian ini setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan sampai tahun 2015. Dalam masalah peningkatan pembunuhan ini mengakibatkan kehidupan sosial, agama, pendidikan, moral dan akhlak tidak menghargai dan menghormati hak-hak masyarakat melayu Pattani yang menganut agama Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji mengenai 1) Tinjauan Hak Asasi Manusia (HAM) Terhadap Kasus Pembunuhan Warga Muslim Minoritas di Pattani Selatan Thailand dalam Perspektif Konstitusi Thailand. 2) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Kasus Pembunuhan Warga Muslim Minoritas di Pattani Selatan Thailand. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif dengan metode kualitatif. Adapun teknik pengumpulan bahan hukum penelitian hukum normatif ini dilakukan dengan studi pustaka, studi dokumen dan studi arsip. Sedangkan analisis bahan hukum pada penelitian ini menggunakan identifikasi fakta hukum, pemeriksaan atau penemuan hukum yang terkait dengan fakta hukum, melakukan pemeriksan atau penemuan perundang-undangan untuk menemukan konsep-konsep hukum dan penerapan hukum yaitu penerapan norma hukum terhadap fakta hukum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Hak asasi manusia dalam hal pembunuhan, sebenarnya telah di atur oleh pemerintahan Thailand dalam Undang Undang Kepidanaan. Pembunuhan dibagi menjadi dua kategori yaitu, pembunuhan dengan kesengajaan yang di atur dalam diatur dalam Bab Ke-X pasal 291 dan pembunuhan dengan tidak kesengajaan yang di atur dalam Bab Ke-X pasal 290 dan Pemerintah Thailand telah banyak meratifikasi instrumen-instrumen hak asasi manusia, namun instrumen itu tidak diberlakukan di provansi Patani selatan Thailandseperti masih adanya pembungkaman ruang demokrasi masih terjadi di provansi Patani. Pemerintah Thailand melalui aparat keamanan masih melakukan penculikan, tekanan teror, intimidasi, mengekang kebebasan berekspresi dan berpendapat warga muslim di muka umum, dan bahkan melakukan pembunuhan.. 2) Tinjauan hukum islam berkaitan dengan kasus pembunuhan di Pattani Selatan Thailand peneliti memperoleh hasil sebagai berikut : Penganiayaan sang sampai terjadinya tindak kejahatan Genosida yang dialami masyarakat Pattani dalam prespektif Hukum Islam merupakan suatu perbuatan yang membuat kerusakan di bumi sesuai dengan firman Allah dalam surah Al-Maidah Ayat 32, tindak pidana politik (Jaraim Siyasiyyah), yakni ketika pelakunya berasal dari dalam negeri dan penyerangan terhadap bangsa atau suku tertentu, yang mana dapat dikategorikan dalam bidang peperangan, dilihat dari pelaku tindakannya, maka sanksi yang dijatuhkan kepada pelaku tindak kejahatan di Pattani adalah sebagai hukuman mati dengan syarat yang sudah ditentukan oleh agama Islam dengan bukti yang valid, kasus pembunuhan yang terjadi pada masyarakat Pattani yang dilakukan oleh pemerintahan Thailand ini sangat tidak sesuai dengan sumber ajaran Islam.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Tata Negara
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Tata Negara
Depositing User: 12103183148 NASUHA YUSOH
Date Deposited: 29 Jun 2023 03:07
Last Modified: 29 Jun 2023 03:07
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/36682

Actions (login required)

View Item View Item