PENGAJIAN TAFSIR AL-IBRIZ; KAJIAN LIVING QUR’AN DI PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWIR TULUNGAGUNG

MUHAMMAD BURHANUDDIN, 12301183020 (2023) PENGAJIAN TAFSIR AL-IBRIZ; KAJIAN LIVING QUR’AN DI PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWIR TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img] Text
PENGAJIAN TAFSIR AL-IBRIZ; KAJIAN LIVING QUR’AN DI PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWIR TULUNGAGUNG.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang pengajian tafsir al-Ibriz di Pondok Pesantren Al-Munawwir Tulungagung. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang, proses kajian tafsir al-Ibriz di Pondok Pesantren Al-Munawwir Tulungagung serta makna yang yang diresepsi masyarakat ketika mereka mengikuti kegiatan pengajian tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, sedangkan sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori sosiologi pengetahuan milik Karl Mannheim. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan yaitu, Pondok pesantren Al-Munawwir berdiri pada tahun 1990. Sedangkan pengajian Tafsir Al-Ibriz di Pondok Pesantren Al-Munawwir Ngunut Tulungagung ini dilakukan secara rutin setiap hari minggu malam sejak tahun 1990-an. Pengajian tafsir al-Ibriz diawali dengan basmalah dan al-fatihah, lalu tawassul kepada Nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabat, lalu yang mengarang kitab Tafsir al-Ibriz kemudian kepada para guru-guru dari KH. Ahmad Shodiq dan kepada seluruh ahli kubur. Setelah itu KH. Ahmad Shodiq membacakan ayat-ayat al-Qur’an yang akan dijelaskan pada saat itu. Setelah membacakan semua ayat yang akan dijelaskan, kemudian KH. Ahmad Shodiq membaca potongan-potongan ayat lengkap dengan makna pegon sesuai yang ada didalam kitab Tafsir al-Ibriz, kemudian beliau menjelaskan setiap ayat atau perkata dari satu ayat al-Qur’an. Dalam pengajian tafsir al-Ibriz di Pondok Pesantren Al-Munawwir Tulungagung, penulis menemukan tiga makna yang ada dalam teori Karl Mannheim yakni makna, objektif, ekspresif, dan dokumenter. Makna objektif-nya yaitu masyarakat menganggap bahwa dengan mengikuti kegiatan pengajian tafsir al-Ibriz dapat menambah wawasan keilmuan dan pengetahuan mereka tentang agama islam, juga memberikan motivasi kehidupan beragama kepada masyarakat melalui kajian tafsir al-Ibriz. Kemudian makna ekspresif-nya, adalah makna yang menunjukkan bahwa dengan mengikuti pengajian tafsir al-Ibriz para jamaah yang hadir merasa lebih dekat dengan sang pencipta, karena mereka mendengarkan dan memahami sesuatu yang disampaikan oleh orang yang ‘alim dan dari sumber hukum utama yaitu al-Qur’an. Sedangkan makna dokumenter-nya adalah bahwa apa yang telah mereka lakukan yaitu mengikuti pengajian tafsir al-Ibriz dapat mengantarkan mereka pada kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat. Kata kunci: Pengajian, Tafsir Al-Ibriz, Pondok Pesantren Al-Munawwir, Living Qur’an.

Item Type: Skripsi
Subjects: Agama > Al Quran
Jurnal
Agama > Tafsir Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir
Depositing User: 12301183020 MUHAMMAD BURHANUDDIN
Date Deposited: 13 Sep 2023 05:03
Last Modified: 13 Sep 2023 05:03
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/39957

Actions (login required)

View Item View Item