TRADISI ZIARAH MAKAM ASTANA GEDONG SUKODONO (STUDI LIVING HADIS) ANALISIS TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER

MOCH. NUR MUTTAQIN, 12312193006 (2023) TRADISI ZIARAH MAKAM ASTANA GEDONG SUKODONO (STUDI LIVING HADIS) ANALISIS TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER. [ Skripsi ]

[img] Text
TRADISI ZIARAH MAKAM ASTANA GEDONG SUKODONO (STUDI LIVING HADIS) ANALISIS TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Ziarah makam ke Astana Gedong merupakan mengunjungi tokoh yang berjasa untuk Kota Tulungagung yakni Tumenggung Ketawengan dan Aulia Maghribi. Tradisi yang dilaksanakan setiap hari jadi Kota Tulungagung. Penelitian ini merupakan studi living hadis dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi yakni teori analisis tindakan sosial Max Weber. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan motif dan tindakan pelaku apakah terinspirasi dari hadis. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana Latar Belakang dan Pelaksanaan Tradisi Ziarah Astana Gedong?. (2) Bagaimana Analisis Tindakan Sosial Max Weber Pelaku Tradisi Ziarah Makam Astana Gedong. (3) Bagaimana Implementasi Hadis-hadis Tradisi Ziarah Makam Astana Gedong?. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Ziarah Makam Astana Gedong merupakan bentuk dari rasa syukur dan terima kasih penduduk Tulungagung kepada Allah Swt atas kejayaan kota Tulungagung. Terdapat hal yang menarik dalam pelaksanaan ziarah yakni memakai pakaian adat. (2) Terdapat 4 analisis tindakan sosial yakni Pertama, tindakan tradisional yang menunjukkan pelaku tetap melaksanakan ziarah karena sudah tradisi turun menurun. Kedua, tindakan afektif berupa setting waktu dan tokoh yang dianggap berjasa. Ketiga, tindakan rasionalitas tujuan menerangkan pelaku tujuan ziarah ini kirim doa. Keempat, tindakan rasionalitas instrumental menjelaskan pelaku mempunyai kemampuan untuk tetap melaksanakan ziarah baik dari segi ketersediaan peserta ziarah dan anggaran dana yang dibutuhkan. Kelima, secara masyarakat diatur oleh dua sistem yakni sistem sosial dan sistem budaya / norma yang berlaku. (3) Pelaku tidak dapat menyebutkan hadisnya, namun nilai-nilai dari rangkaian pelaksanaan ziarah terdapat dalam kandungan hadis tentang perintah ziarah kubur, tentang berterima kasih kepada manusia dan tentang tabaruk. Kata Kunci: Tradisi, Tindakan Sosial, Astana Gedong

Item Type: Skripsi
Subjects: Jurnal > E-Journal
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Hadits
Depositing User: 12312193006 Moch. Nur Muttaqin
Date Deposited: 14 Nov 2023 02:42
Last Modified: 14 Nov 2023 02:42
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/40672

Actions (login required)

View Item View Item