PEMAHAMAN HADIS TAWASSUL: STUDI PEMIKIRAN KH. ALI MAKSUM DAN IBNU TAIMIYAH SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM MASYARAKAT ISLAM NUSANTARA

MARYO HERNIS PERDANA KUSUMA, 12312193025 (2024) PEMAHAMAN HADIS TAWASSUL: STUDI PEMIKIRAN KH. ALI MAKSUM DAN IBNU TAIMIYAH SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM MASYARAKAT ISLAM NUSANTARA. [ Skripsi ]

[img] Text
PEMAHAMAN HADIS TAWASSUL STUDI PEMIKIRAN KH ALI MAKSUM DAN IBNU TAIMIYAH SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM MASYARAKAT ISLAM NUSANTARA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Ada beberapa perbedaan penafsiran dan pemahaman ajaran agama Islam, yang mempengaruhi cara beribadah, dan pendapat tentang amalan seperti tawassul, pemahaman hadis tawassul menjadi permasalahan yang dibahas dalam artikel ini. Adanya pemahaman pengetahuan guru-guru yang berbeda mengenai penafsiran ajaran-ajaran Islam, menyebabkan sedikit variasi dalam pandangan mengenai masalah di beberapa praktik keagamaan. Masalah ini berkontribusi pada suatu pemahaman yang dangkal tentang prinsip-prinsip penting agama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan analisis dilakukan berdasarkan data yang ditemukan dalam tinjauan literatur. Metode ini membantu peneliti memahami dan mendeskripsikan konsep hadis tawassul, serta memberikan analisis yang kompleks. Sumber data diambil berdasarkan artikel serta kitab, baik online dan cetak, yang memiliki pembahasan jelas tentang topik penelitian. Inti dari subbab artikel ini adalah Pertama, bagaimana pemahaman hadis tentang tawassul oleh KH. Ali Maksum dan Ibnu Taimiyah. Yang kedua, bagaimana implementasi pemahaman hadis tawassul dalam masyarakat Nusantara. Pemahaman dari hadis tawassul menurut Ali Maksum yaitu semua tawassul yang dilakukan di zaman Nabi maupun sahabat boleh dilakukan baik orang yang di tawassul kan masih hidup maupun sudah meninggal dengan kaidah-kaidahnya. Menurut Ibnu Taimiyah dalam pemahaman hadis tawassul hanya boleh ke orang masih hidup saja, dengan alasan untuk menghindari perbuatan meminta do’a kepada mayit. Adanya perbedaan pemahaman dari kedua tokoh tidak menyebabkan adanya perpecahan terutama pada kalangan salaf dan salafi, maupun NU dan Muhammadiyah, sebab sikap toleransi sudah ada pada kepribadian Muhammadiyah dan NU. Kata Kunci: Ali Maksum, Ibnu Taimiyah, Muhammadiyah, dan tawassul.

Item Type: Skripsi
Subjects: Agama
Agama > Al Hadist
Jurnal
Nahdlatul Ulama
Pendidikan Islam
Perbandingan Madzhab
Agama > Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Hadits
Depositing User: Student 12312193025 Maryo Hernis Perdana Kusuma
Date Deposited: 12 Feb 2024 07:50
Last Modified: 12 Feb 2024 07:50
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/43615

Actions (login required)

View Item View Item