TRADISI LARANGAN PERNIKAHAN PADA HITUNGAN WETON GEYING PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH (Studi Kasus Desa Tiudan Kecamatan Gondang Tulungagung)

NADYA LAILATUL AZIZAH, 126102212234 and LADIN, 1981040620232110010 (2025) TRADISI LARANGAN PERNIKAHAN PADA HITUNGAN WETON GEYING PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH (Studi Kasus Desa Tiudan Kecamatan Gondang Tulungagung). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (712kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (233kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (155kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (378kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (468kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (266kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (288kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (316kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (192kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (203kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Nadya Lailatul Azizah, 126102212234, Tradisi Larangan Pernikahan Pada Hitungan Weton Geying (Wage & Pahing) (Studi Kasus Desa Tiudan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung), Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing Ladin, S.H, M.H Kata Kunci: Larangan Pernikahan, Weton Geying, Maslahah Mursalah, Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya tradisi pernikahan di Desa Tiudan Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung, yang dikenal dengan istilah Geying (Wage & Pahing). Tradisi ini memiliki makna yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat, di mana pelanggaran terhadap tradisi yang dipercaya dapat membawa dampak negatif bagi pasangan yang melanggar, seperti rumah tangga berikutnya. Hal ini sangat menarik untuk dikaji serta untuk mengetahui bagaimana pandangan konsep Maslahah Mursalah mengenai larangan pernikahan ini. Rumusan Masalah: 1) Bagaimana pandangan masyarakat desa Tiudan dalam menerapkan tradisi weton dalam pernikahan? 2) Bagaimana tanggapan dari tokoh adat di Desa Tiudan dalam menyikapi pasangan dengan hitungan weton Geying (Wage & Pahing)? 3) Bagaimana pandangan konsep Maslahah Mursalah terhadap implementasi dan penentuan pasangan dalam tradisi perhitungan temu Geying (Wage & Pahing)? Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik dalam mengumpulkan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknis analisis data: reduksi data, paparan,penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: 1) Meskipun ada masyarakat yang tidak percaya pada tradisi ini, banyak yang masih mematuhi dan melaksanakan tahapan-tahapan pernikahan sesuai dengan norma budaya yang ada. 2) Sepasang calon pengantin yang ingin menikah dan memiliki hitungan weton Geying, tetap bisa dilakukan dengan mengikuti syarat tertentu. 3) Tradisi larangan pernikahan pada hitungan weton Geying boleh dan termasuk dalam Maṣlaḥah al-Taḥsiniyyah yang dapat dijadikan sebagai landasan hukum karena sifatnya sebagai pelengkap berupa keleluasaan yang dapat melengkapi kemaslahatan.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: 126102212234 NADYA LAILATUL AZIZAH
Date Deposited: 29 Jan 2026 04:28
Last Modified: 29 Jan 2026 04:28
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/48528

Actions (login required)

View Item View Item