KHOIRU UBAIDILLAH, 12312193052 (2024) KONTEKSTUALISASI HADIS LARANGAN BERPRASANGKA BURUK (Studi Hadis Bukhari No. 6724 Dengan Pendekatan Ma’na Cum Maghza). [ Skripsi ]
![]() |
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
ABSTRAK.pdf Download (218kB) |
![]() |
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (223kB) |
![]() |
Text
BAB I.pdf Download (303kB) |
![]() |
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (368kB) |
![]() |
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (412kB) |
![]() |
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (218kB) |
![]() |
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (163kB) |
![]() |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (149kB) |
![]() |
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (182kB) |
Abstract
Skripsi dengan judul "Kontekstualisasi Hadis Larangan Berprasangka Buruk (Studi Hadis Ṣaḥīḥ al-Bukhārī No. 6724 dengan Pendekatan Maʻnā cum Magzā)” ditulis oleh Khoiru Ubaidillah, NIM 12312193052. Skripsi Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Dr. Muhammad Ridho, M.A. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena prasangka dalam masyarakat yang sering kali muncul sebagai respons terhadap ketidakpastian atau ketakutan akan ancaman. Hal ini sering diperburuk oleh stereotip dan informasi yang tersebar cepat melalui media sosial. Misalnya, pada beberapa tahun terakhir, maraknya kasus penipuan online dan modus kejahatan digital lainnya membuat banyak orang menjadi lebih curiga dan mudah menilai buruk orang yang belum dikenal. Dalam Islam, prasangka buruk jelas dilarang, seperti yang tercantum dalam hadis no. 6724 Sahih al-Bukhari. Namun, jika konteks sosial saat ini sedang ramai kasus penipuan, maka muncul pertanyaan mengenai apakah prasangka buruk terhadap orang lain tetap tidak diperbolehkan, terutama untuk melindungi diri dari potensi kejahatan. Model Penelitian ini menggunakan metode analisis-deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif yang bersifat pustaka. Teknik pengumpulan data diperoleh dari dua sumber utama yaitu data primer dan data sekunder. Data primer merujuk kepada sumber utama penelitian yaitu kitab Ṣaḥīḥ al-Bukhārī dan Ṣaḥīḥ Muslim, kitab Fatḥ al-Bārī Sharḥ Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Al-Manhaj Sharḥ Ṣaḥīḥ Muslim bin al-Ḥajjāj dan buku pendekatan Maʻnā-cum-Magzā atas Al-Qur’an dan Hadis. Data sekunder berupa data-data pendukung yang sesuai dengan tema penelitian, meliputi literatur ilmiah seperti buku, artikel, skripsi, jurnal dan literatur-literatur lainnya yang berkaitan dengan fokus permasalahan. Fokus utama penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana implementasi pesan utama atau makna asli teks hadis dengan pendekatan teori maʻnā cum magzā, kemudian dikembangkan dengan mendefinisikan kembali hasil penafsiran sesuai dengan konteks problem yang dihadapi saat ini. Dengan rumusan masalah yang terbagi menjadi dua, pertama, bagaimana maghzā tārīkhī hadis larangan berprasangka buruk?, Kedua, bagaimana maghzā mutaḥarrik hadis larangan berprasangka buruk? Hasil penelitian yang didapat menunjukkan maghzā tārīkhī (pesan utama historis) hadis riwayat Imam Bukhārī nomor 6724 dilihat dari konteks mikro yang menjelaskan bahwa prasangka itu dilarang, serta tidak boleh melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menimbulkan perpecahan atau merusak persatuan di antara sesama. Kemudian maghzā mutaḥarrik (pengembangan pesan utama) yakni, sebagaimana problem masyarakat saat ini yaitu kasus penipuan, maka dari itu pengembangan pesan utama hadis tersebut adalah mengembangkan sikap waspada agar terhindar dari segala motif penipuan.
Item Type: | Skripsi |
---|---|
Subjects: | Agama > Al Hadist Bahasa Dan Sastra > Naskah Agama > Tafsir Hadist |
Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Hadits |
Depositing User: | 12312193052 KHOIRU UBAIDILLAH |
Date Deposited: | 27 Feb 2025 01:27 |
Last Modified: | 27 Feb 2025 01:27 |
URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/56088 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |