NORMALISASI MINUMAN KERAS PADA PERNIKAHAN DI DESA TANGGUL TURUS KECAMATAN BESUKI KABUPATEN TULUNGAGUNG

HAMID BADAWI, 126309202109 (2024) NORMALISASI MINUMAN KERAS PADA PERNIKAHAN DI DESA TANGGUL TURUS KECAMATAN BESUKI KABUPATEN TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (611kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (155kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (135kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (377kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (318kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (212kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (185kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (197kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (759kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena konsumsi minuman keras dalam tradisi pernikahan masyarakat Muslim di Desa Tanggul Turus, Besuki, Tulungagung. Fokus penelitian meliputi: 1) Penyimpangan Sosial Perilaku Minuman Keras pada Pernikahan di Desa Tanggal Turus dan 2) Analisis penyimpangan sosial menurut teori Paul B. Horton minuman keras pada pernikahan di Desa Tanggal Turus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman keras dalam tradisi pernikahan telah menjadi praktik umum sejak tahun 2005, bermula dari kebiasaan juru laden yang membawa minuman keras. Seiring waktu, minuman keras menjadi bagian dari jamuan pada pernikahan. 2) Fenomena ini memenuhi kriteria penyimpangan sosial menurut teori Paul B. Horton, termasuk penyimpangan yang dapat didefinisikan, diterima sebagian, bersifat adaptif, serta mencerminkan kesenjangan budaya ideal dan budaya nyata. Faktor pendukung penyimpangan meliputi lemahnya kontrol sosial, minimnya pengawasan orang tua, penurunan pendidikan agama, serta toleransi masyarakat untuk menjaga harmoni sosial. Penyimpangan ini berkembang dari relatif menjadi mutlak, menunjukkan bagaimana kurangnya intervensi dari keluarga, tokoh agama, dan masyarakat berkontribusi pada perubahan tradisi yang bertentangan dengan norma agama dan moral Kata kunci: Normalisasi, Minuman Keras, Pernikahan, Penyimpangan Sosial

Item Type: Skripsi
Subjects: Sosiologi Agama > Budaya
Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama
Depositing User: 126309202109 HAMID BADAWI
Date Deposited: 12 Mar 2025 02:24
Last Modified: 12 Mar 2025 02:24
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/56311

Actions (login required)

View Item View Item