MOCHAMMAD FUSAIFISA’, 126308212147 and RIZQA AHMADI, 198711062015031004 (2025) SENSE OF COMMUNITY PADA KOMUNITAS SKATEBOARD TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (939kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (143kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (45kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (92kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (186kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (118kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (234kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (141kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (82kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (79kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Kata Kunci: sense of community, komunitas skateboard, subkultur, identitas kolektif, Tulungagung Komunitas merupakan ruang sosial yang memiliki potensi besar dalam membentuk identitas kolektif, solidaritas, serta keterikatan antar individu. Dalam konteks subkultur seperti komunitas skateboard, relasi sosial tidak hanya dibangun atas dasar kesamaan minat, tetapi juga melalui proses interaksi yang intens, nilai-nilai yang dianut bersama, serta pengalaman emosional yang dibagikan antar anggotanya. Tulungagung Skate Population (TSP) sebagai salah satu komunitas skateboard yang eksis di Tulungagung, menghadirkan dinamika sosial yang menarik untuk diteliti, khususnya dalam kaitannya dengan bagaimana rasa kebersamaan atau sense of community terbentuk dan dipertahankan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana sense of community terbentuk, dimaknai, serta dijalankan dalam komunitas skateboard Tulungagung Skate Population (TSP). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan dinamika sosial yang terjadi dalam pengalaman sense of community antar anggota, terutama dari berbagai generasi dan latar belakang yang berbeda. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik, penelitian ini melibatkan enam narasumber kunci yang merupakan anggota aktif maupun pasif dari komunitas TSP. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada teori sense of community dari McMillan dan Chavis yang mencakup empat dimensi utama: membership, influence, integration and fulfillment of needs, serta shared emotional connection. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat dimensi tersebut teridentifikasi dengan jelas dalam komunitas TSP, tercermin melalui keterbukaan dalam keanggotaan, musyawarah kolektif, sistem nilai tanpa hierarki, serta kedekatan emosional yang dibangun lewat pengalaman bersama. Selain itu, penelitian ini menemukan dinamika yang khas pada setiap individu, seperti pergeseran peran antar generasi, keterlibatan berdasarkan kontribusi bukan senioritas, serta integrasi anggota luar daerah secara organik. Di luar dimensi teori, ditemukan pula dua temuan penting: nilai subkultural dan identitas kolektif. Keduanya menunjukkan bahwa komunitas ini tidak hanya menjadi ruang bermain, tetapi juga wadah ekspresi budaya, solidaritas, dan narasi alternatif dari arus utama.Dengan demikian, komunitas TSP merupakan contoh nyata bagaimana sense of community terbentuk dan berkembang melalui partisipasi aktif, pengalaman emosional bersama, serta kesadaran budaya yang dibangun secara kolektif.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi Psikologi > Psikologi organisasi Psikologi > Psikologi sosial |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Psikologi Islam |
| Depositing User: | 126308212147 MOCHAMMAD FUSAIFISA |
| Date Deposited: | 25 Nov 2025 03:27 |
| Last Modified: | 25 Nov 2025 03:27 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/63301 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
