MANAJEMEN INOVASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING LEMBAGA PENDIDIKAN (Studi Multisitus di MAN 2 Tulungagung dan MAN 2 Kota Kediri)

HAWWIN MUZAKKI, 1890501220035 and NGAINUN NAIM, 197507192003121002 and MUJAMIL QOMAR, 196503011993031003 (2025) MANAJEMEN INOVASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING LEMBAGA PENDIDIKAN (Studi Multisitus di MAN 2 Tulungagung dan MAN 2 Kota Kediri). [ Disertasi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (421kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (269kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (23kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (283kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (486kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (290kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (591kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (279kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (161kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (837kB)

Abstract

ABSTRAK Disertasi dengan judul “Manajemen Inovasi Pendidikan Islam dalam Meningkatkan Daya Saing Lembaga Pendidikan (Studi Multisitus di MAN 2 Tulungagung dan MAN 2 Kota Kediri)” ini ditulis oleh Hawwin Muzakki, NIM. 1890501220035, Jurusan Doktor Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, yang dibimbing oleh Prof. Dr. Ngainun Na’im, M.H.I dan Prof. Dr. H. Mujamil, M.Ag Kata Kunci: Manajemen Inovasi, Pendidikan Islam, Kurikulum, Peserta Didik, Guru, Daya Saing Lembaga Penelitian ini berfokus pada manajemen inovasi dalam pendidikan Islam sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing lembaga pendidikan, melalui studi kasus di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tulungagung dan MAN 2 Kota Kediri. Belum banyak penelitian yang secara komprehensif membahas manajemen inovasi pendidikan Islam dengan tahapan penuh mulai dari inisiasi hingga kontinuasi, serta mengaitkannya secara langsung dengan peningkatan daya saing lembaga. Praktik di lapangan menunjukkan bahwa inovasi di madrasah tidak hanya terkait kurikulum, tetapi juga meliputi pengembangan bakat-minat siswa, diferensiasi pembelajaran, kolaborasi dengan perguruan tinggi, serta sistem penghargaan dan pendampingan guru. Hal ini menegaskan perlunya sebuah model baru yang lebih kontekstual, adaptif, dan sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Berdasarkan gap research tersebut, penelitian ini menempatkan diri dalam peta keilmuan manajemen pendidikan Islam dengan menawarkan model manajemen inovasi yang terdiri atas lima tahap: (1) inisiasi, (2) perencanaan, (3) implementasi, (4) evaluasi, dan (5) kontinuasi. Model ini tidak hanya memperluas teori manajemen pendidikan klasik, tetapi juga memperkaya teori inovasi pendidikan dengan perspektif Islami, khususnya melalui kepemimpinan profetik yang adaptif dan inovatif. Penelitian ini bertujuan menjawab enam pertanyaan utama mengenai: (1) Inisiasi inovasi Pendidikan Islam dalam meningkatkan daya saing lembaga; (2) Perencanaan inovasi Pendidikan Islam; (3) Implementasi inovasi Pendidikan Islam (4) Evaluasi inovasi Pendidikan Islam; (5) Kontinuasi inovasi Pendidikan Islam; dan (6) Implikasi manajemen inovasi Pendidikan Islam terhadap daya saing lembaga. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi multisitus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik komparatif lintas kasus. Dengan kerangka analisis data yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pendekatan ini memungkinkan penelusuran yang mendalam terhadap praktik manajemen inovasi di dua madrasah yang berbeda konteks namun memiliki visi unggulan yang sejalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen inovasi pendidikan Islam dilakukan secara bertahap dan strategis. (1) Inisiasi Inovasi dimulai dari pengembangan kelas unggulan, menggali ide dasar inovasi, membangun sikap positif, memutuskan secara bersama, inisiasi kurikulum berbasis bakat dan minat, hingga pembinaan guru dan siswa melalui intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler sehingga memperkuat citra lembaga sebagai madrasah unggul. (2) Perencanaan inovasi disusun dengan pemetaan potensi siswa, penguatan kompetensi guru, serta sistem evaluasi dan monitoring yang terstruktur sehingga menghasilkan positioning lembaga yang adaptif dan kompetitif. (3) Implementasi dilakukan secara komprehensif melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, seleksi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) berbasis potensi, bimbingan karier, pelatihan guru dan dukungan fasilitas modern sehingga meningkatkan reputasi kelembagaan. (4) Evaluasi dilaksanakan secara berkala dengan menjadikan capaian prestasi siswa, guru, dan program sebagai indikator strategis penguatan reputasi madrasah. (5) Kontinuasi inovasi dijaga melalui umpan balik orang tua, pendampingan guru, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan industri, serta pembaruan program yang berkelanjutan sehingga mampu menjaga konsistensi sebagai lembaga berdaya saing. (6) Implikasi dari manajemen inovasi ini adalah peningkatan prestasi dan motivasi siswa, pengembangan potensi majemuk, peningkatan kualitas lulusan yang diterima di perguruan tinggi ternama, serta penguatan citra madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam unggul, adaptif, dan kompetitif di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Item Type: Disertasi
Subjects: Manajemen > Pendidikan Islam
Divisions: Kategori Pustaka > Agama > Non Muslim
Depositing User: 1890501220035 HAWWIN MUZAKKI
Date Deposited: 12 Jan 2026 07:56
Last Modified: 12 Jan 2026 07:56
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/65851

Actions (login required)

View Item View Item