EKSPLORASI NILAI-NILAI SOLIDARITAS PADA ANGGOTA KOMUNITAS SOKOLA PELANGI DI KECAMATAN KERTOSONO KABUPATEN NGANJUK

NADIYA RODLIYATUL FARKHANA, 126309212089 and WIDYA AYU PERMATASARI, 199306052020122017 (2025) EKSPLORASI NILAI-NILAI SOLIDARITAS PADA ANGGOTA KOMUNITAS SOKOLA PELANGI DI KECAMATAN KERTOSONO KABUPATEN NGANJUK. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (916kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (74kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (74kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (233kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (397kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (92kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (142kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (964kB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang solidaritas sosial yang ada dalam komunitas sokola Pelangi di Desa Tembarak Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. Komunitas ini memberikan akses Pendidikan informal kepada keluarga yang kurang mampu dari segi ekonomi serta menjangkau kelompok rentan seperti lansia melalui berbagai kegiatan sosial. Kegiatan ini dilakukan di belakang rumah, dibawah pohon bambu milik salah satu warga. Pendidikan nonformal ini tumbuh dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial orang orang yang ada di dalam Sokola Pelangi. Seluruh aktivitas dijalankan secara sukarela oleh para relawan yang menunjukkan dedikasi dan empati tinggi terhadap lingkungan sosial mereka. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kegiatan komunitas. Teori solidaritas sosial dari Emile Durkheim digunakan sebagai kerangka analisis, khususnya konsep solidaritas mekanik yang berlandaskan kesamaan nilai, norma, dan kesadaran kolektif. Hasil penelitian mencerminkan solidaritas mekanik, hal ini terlihat dari kesamaan tujuan dan nilai-nilai kemanusiaan yang dimiliki para relawan, serta struktur komunitas yang fleksibel, sukarela, dan egaliter. Tidak ada hirarki formal yang membatasi peran individu, sehingga setiap anggota merasa memiliki tanggung jawab moral yang sama. Namun demikian, dinamika sosial yang berkembang juga mengindikasikan adanya kompleksitas struktur dan peran yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh solidaritas mekanik saja. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Sokola Pelangi dibangun atas dasar solidaritas mekanik, namun komunitas ini juga mengalami proses adaptasi sosial yang mencerminkan fleksibilitas dan keberagaman dalam praktiknya. Kata Kunci: Komunitas Sosial, Sokola Pelangi, Emile Durkheim, Solidaritas Sosial.

Item Type: Skripsi
Subjects: Sosiologi Agama > Budaya
Sosiologi Agama > Ritual
Sosiologi Agama
Sosiologi Agama > Tradisi
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama
Depositing User: 126309212089 NADIYA RODLIYATUL FARKHANA
Date Deposited: 20 Jan 2026 03:48
Last Modified: 20 Jan 2026 03:48
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/65942

Actions (login required)

View Item View Item