PENGALAMAN POST TRAUMATIC GROWTH PADA ISTRI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

ELKA TIARA ZUNIA, 126308213216 and FARUQ, 1990110720231418 (2025) PENGALAMAN POST TRAUMATIC GROWTH PADA ISTRI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (12MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (183kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (159kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (286kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (409kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (263kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (367kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (331kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (147kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (136kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (16MB)

Abstract

Post Traumatic Growth (PTG) pada korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan upaya untuk memahami bagaimana individu dapat tumbuh dan berkembang setelah mengalami trauma akibat tindakan KDRT. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pertumbuhan pascatrauma atau PTG pada istri korban KDRT. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologi dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Penelitian ini melibatkan empat partisipan perempuan yang pernah mengalami kekerasan berulang, baik secara fisik, psikis, maupun emosional. Kriteria yang relevan dengan penelitian ini diantaranya perempuan yang sudah menikah, berusia 25-45 tahun, perempuan yang pernah mengalami KDRT, pernah mengalami trauma, dan mencapai PTG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman KDRT menimbulkan dampak psikologis mendalam seperti trauma, depresi, rasa malu, ketakutan, hingga keputusasaan. Namun, dalam proses pemulihan yang tidak lurus, para partisipan menemukan kekuatan baru melalui makna pengalaman, dukungan sosial, serta motivasi untuk melindungi dan membesarkan anak-anak partisipan. Proses pertumbuhan PTG yang dialami partisipan mencakup munculnya kesadaran diri, refleksi personal, nilai kebebasan, dan keberanian untuk keluar dari hubungan yang merusak. Anak menjadi pusat harapan dan alasan utama bertahan serta berubah. Penelitian ini menegaskan bahwa trauma yang berat dapat menjadi titik balik menuju transformasi hidup yang lebih positif, jika disertai dengan makna, dukungan, dan kesadaran atau refleksi diri. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai PTG dari perspektif perempuan korban KDRT, serta menjadi pijakan bagi intervensi yang berfokus pada pemulihan berbasis pengalaman dan kekuatan internal korban. Kata kunci: pertumbuhan pascatrauma, kekerasan dalam rumah tangga, pengalaman subjektif, refleksi diri, dukungan sosial.

Item Type: Skripsi
Subjects: Psikologi
Psikologi > Psikologi kepribadian
Psikologi > Psikologi klinis
Psikologi > Psikologi kognitif
Psikologi > Psikologi perkembangan
Psikologi > Psikologi sosial
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Psikologi Islam
Depositing User: 126308213216 ELKA TIARA ZUNIA
Date Deposited: 23 Jan 2026 03:23
Last Modified: 23 Jan 2026 03:23
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/66081

Actions (login required)

View Item View Item