PERLINDUNGAN HUKUM PEDAGANG UMKM TERHADAP PEREDARAN UANG RUSAK PERSPEKTIF PERATURAN BANK INDONESIA NO. 21/10/PBI/2019 TENTANG PENGELOLAAN UANG RUPIAH DAN PRINSIP AL-ADL (Studi Kasus Toko Asrama Al-Mumtazah Tulungagung)

SITI FAIZATUN NISA, 1860101223288 and AGNES LUTFIANA NI'MAH, 199308202025212006 (2026) PERLINDUNGAN HUKUM PEDAGANG UMKM TERHADAP PEREDARAN UANG RUSAK PERSPEKTIF PERATURAN BANK INDONESIA NO. 21/10/PBI/2019 TENTANG PENGELOLAAN UANG RUPIAH DAN PRINSIP AL-ADL (Studi Kasus Toko Asrama Al-Mumtazah Tulungagung). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (798kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (333kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (218kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (273kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (476kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (261kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (266kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (416kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (237kB)
[img] Text
DAFTAR RUJUKAN.pdf

Download (210kB)
[img] Text
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Perlindungan Hukum Pedagang UMKM Terhadap Peredaran Uang Rusak Perspektif Peraturan Bank Indonesia No. 21/10/PBI/2019 Tentang Pengelolaan Uang Rupiah dan Prinsip Al-Adl (Studi Kasus Toko Asrama AlMumtazah Tulungagung)” ini ditulis oleh Siti Faizatun Nisa, NIM. 1860101223288, dengan pembimbing Agnes Lutfiana Ni’mah, M.H. Kata kunci: uang rusak, perlindungan hukum, UMKM, Peraturan Bank Indonesia No. 21/10/PBI/2019, prinsip al-adl, hukum ekonomi syariah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya peredaran uang rupiah rusak pada transaksi tunai di tingkat pedagang kecil, khususnya di Toko Asrama AlMumtazah Tulungagung, yang mengakibatkan kerugian finansial bertahap bagi pedagang UMKM karena harus menanggung risiko penerimaan uang tidak layak edar dan keterbatasan akses terhadap mekanisme penukaran resmi di bank. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis praktik peredaran uang rusak di Toko Asrama Al-Mumtazah Tulungagung. (2) menganalisis bentuk perlindungan hukum pedagang UMKM terhadap peredaran uang rusak perspektif Peraturan Bank Indonesia Nomor 21/10/PBI/2019 tentang Pengelolaan Uang Rupiah. (3) menganalisis perlindungan hukum pedagang UMKM terhadap peredaran uang rusak prinsip al-adl dalam ekonomi syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah Normatif Empiris dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pedagang dan konsumen, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan analisis data, penyajian data, pembahasan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pedagang UMKM cenderung menerima uang rusak karena mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan keterbatasan waktu untuk memeriksa uang, sehingga uang rusak berputar kembali dalam transaksi sampai akhirnya terakumulasi sebagai kerugian bagi pedagang; (2) secara normatif PBI 21/10/PBI/2019 telah menyediakan mekanisme penukaran uang rusak tanpa biaya, tetapi dalam praktiknya perlindungan tersebut belum efektif karena jauhnya jarak ke bank, sehingga pedagang terpaksa menukarkan ke lembaga informal dengan potongan 40–60% dari nilai nominal karena akses yang sulit. (3) dari perspektif hukum ekonomi syariah, kondisi ini bertentangan dengan prinsip al-adl karena beban kerugian terkonsentrasi pada pedagang kecil yang secara struktural lemah, sementara sistem belum memberikan akses perlindungan yang adil dan proporsional.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Ekonomi Islam
Hukum > Perlindungan Hukum
Ekonomi > Ekonomi Syariah
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: 1860101223288 SITI FAIZATUN NISA
Date Deposited: 20 Feb 2026 03:26
Last Modified: 20 Feb 2026 03:26
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/66298

Actions (login required)

View Item View Item