INNA RIZQANA NAZILAH, 126312211002 and RIZQA AHMADI, 198711062015031004 (2025) KONSTRUKSI PEMAHAMAN YUSUF AL-QARADHAWI ATAS HADIS LARANGAN MENCEMARI AIR DALAM KONTEKS LIMBAH FAST FASHION. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (386kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (293kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (408kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (654kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (391kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (405kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (812kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (386kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (423kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (238kB) |
Abstract
Skripsi dengan judul “Konstruksi Pemahaman Yusuf Al-Qaradhawi Atas Hadis Larangan Mencemari Air Dalam Konteks Limbah Fast Fashion”, yang ditulis oleh Inna Rizqana Nazilah, NIM : 126312211002, dengan dosen pembimbing Dr. Rizqa Ahmadi, Lc., M.A. Kata Kunci: Konstuksi, Pemahaman, Hadis, Al-Qaradhawi Penelitian ini dilatar belakangi oleh Yusuf Al-Qaradhawi yang menggunakan hadis t}aharah (HR. Abu Dawud: 24) sebagai landasan utama dalam membahas isu lingkungan, yaitu pencemaran air. Dan juga krisis lingkungan yang dampaknya cukup signifikan pada perubahan iklim global, yang membutuhkan solusi dari berbagai kalangan, yaitu pencemaran air akibat limbah dari industri fast fashion. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tipologi pemahaman Al-Qaradhawi terhadap hadis tersebut dan juga menggali relevansi hadis tersebut berdasarkan pemahaman Al-Qaradhawi dengan isu lingkungan kontemporer yang lebih spesisifik, yakni pencemaran air akibat limbah fast fashion, serta mengkaji kontribusi pemahamannya untuk menangani pencemaran air di era modern. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dipilih karena penelitian ini berfokus pada analisis teks-teks yang ditulis oleh Al-Qaradhawi, khususnya kitab Ri'a>yah al-Bi>'ah fi Syari>'ah al-Isla>m, untuk mengetahui bagaimana Al-Qaradhawi menginterpretasi hadis tersebut dan juga kitab Kaifa Nata’a>malu Ma’a as-Sunnah an-Nabawiyyah sebagai acuan untuk menentukan tipologi pemahaman hadis Al-Qaradhawi dengan metode pemahaman hadis yang digagasnya sendiri. Hasil dari penelitian ini adalah : Pertama, konstruksi pemahaman Yusuf AlQaradhawi atas hadis larangan mencemari air didasarkan pada ijtihad kontekstual bernuansa hermeneutis dan pendekatan maqas}id al-h}adis atau maqāṣid syarī‘ah. Al-Qaradhawi memahami hadis tersebut tidak hanya sebagai larangan fisik, tetapi sebagai prinsip umum untuk menjaga sumber daya air dari segala bentuk pencemaran yang membahayakan kehidupan. Kedua, relevansi hadis dalam konteks limbah fast fashion terletak pada kesamaan ‘illah (alasan hukum) antara najis personal dan polusi industri, yakni sama-sama menyebabkan kerusakan (ḍarar). Qaradhawi membuktikan bahwa hadis klasik tetap dapat berfungsi sebagai rujukan normatif dan etis dalam isu lingkungan kontemporer. Ketiga, kontribusi pemahaman Yusuf AlQaradhawi sebagai langkah preventif terhadap pencemaran air diwujudkan dalam beberapa strategi: edukasi keislaman berbasis lingkungan, penguatan amar ma’ru>f nahi munkar, pembangunan regulasi dan supremasi hukum lingkungan, serta kerja sama lintas lembaga. Baginya, menjaga kelestarian air adalah bagian dari menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta (lima prinsip utama maqāṣid syarī‘ah).
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Agama > Al Hadist |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Hadits |
| Depositing User: | 126312211002 INNA RIZQANA NAZILAH |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 08:10 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 08:10 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/66324 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
