AHMAD AFANDI, 126102213260 and FATHUL IHSANI, 199001032025211016 (2025) ANALISIS HUKUM ISLAM DAN REALITAS SOSIAL TERHADAP PERKAWINAN ANAK ANGKAT DENGAN ANAK KANDUNG (Studi Kasus di Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (709kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (276kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (184kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (240kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (157kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (74kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (152kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (219kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (113kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (171kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Ahmad Afandi NIM. 126102213260, Analisis Hukum Islam dan Realitas Sosial Terhadap Perkawinan Anak Angkat dan Anak Kandung (Studi Kasus di Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung), Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing: Dr. Fathul Ihsani, S.Sy., M.H. Kata Kunci: Pernikahan, Anak Angkat, Anak Kandung, Realitas Sosial, Hukum Islam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Perkawinan antara anak angkat dan anak kandung adalah isu yang penting untuk diteliti karena melibatkan interaksi antara hukum islam dan dampak sosial. Meskipun secara umum hukum Islam tidak melarang perkawinan ini, praktiknya dapat menimbulkan berbagai masalah dalam tatanan sosial masyarakat yang lebih luas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan hukum Islam, serta dampak sosial yang muncul akibat perkawinan ini. Selain itu, dengan memperhatikan perubahan-perubahan sosial yang terjadi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana hukum Islam dapat disesuaikan dengan dinamika sosial dan kebudayaan yang berkembang di masyarakat modern. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan solusi untuk menjaga keseimbangan antara ketentuan agama dan nilai-nilai sosial yang ada, serta memberikan rekomendasi bagi masyarakat dan pembuat kebijakan agama. , sehingga dengan latar belakang tersebut peneliti mengambil judul penelitian “Analisis Hukum Islam dan Realitas Sosial Terhadap Perkawinan Anak Angkat dan Anak Kandung (Studi Kasus di Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung)” Rumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut: 1) Bagaimana hukum islam tentang perkawinan antara anak angkat dan anak kandung? 2) Bagaimana pandangan realitas sosial tentang perkawinan antara anak angkat dan anak kandung? 3) Bagaimana pandangan hukum islam dan realitas sosial tentang perkawinan anak angkat dan anak kandung di kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung? Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris yakni menggunakan data-data yang ada di lapangan yang dilakukan melalui wawancara sebagai sumber data utamanya. Penelitian empiris. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi hukum. Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini berada di KEcamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan data primer dan juga data sekunder, data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan Masyarakat dan Tokoh di Kecamatan Rejotangan yang berkaitan langsung dengan fenomena pernikahan anak kandung dengan anak angkat. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan skripsi yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini yakni 1) Hukum Islam mengakui keabsahan pernikahan antara anak angkat dan anak kandung karena tidak ada hubungan nasab atau mahram. Namun, ulama berbeda pandangan: Hanafi mempertimbangkan dampak sosial, sedangkan Maliki dan Syafi'i menekankan bahwa halal tidak selalu berarti layak dilakukan demi menjaga etika dan kemaslahatan. 2) Mayoritas Masyarakat Kecamatan Rejotangan umumnya menilai tabu pernikahan antara anak angkat dengan anak kandung meski sah secara Islam, meskipun sebagian individu menerima selama tidak melanggar syariat. Penerimaan sosial dapat tumbuh seiring waktu jika pasangan mampu menunjukkan keteguhan dan adaptasi. 3) Terdapat ketegangan antara ketentuan dari hukum islam yang memberikan ruang untuk melakukan perkara ini dengan norma sosial yang menolak praktik ini. Dan masyarakat cenderung mengedepankan norma daripada ketentuan hukum yang ada sehingga menyebabkan dilema bagi individu yang terlibat.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | 126102213260 AHMAD AFANDI |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 08:28 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 08:28 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/67308 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
