IDENTIFIKASI MISKONSEPSI DENGAN TES DIAGNOSTIK FOUR-TIER MULTIPLE CHOICE PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA

FADILLA SYARIATUL HUSNA, 1860212222050 and ANIS KHOLIFATUR ROSYIDAH, 202302062023022801 (2026) IDENTIFIKASI MISKONSEPSI DENGAN TES DIAGNOSTIK FOUR-TIER MULTIPLE CHOICE PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (404kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (228kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (349kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (445kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (504kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (404kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (578kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (334kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (266kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Identifikasi Miskonsepsi Dengan Tes Diagnostik Four-Tier Multiple Choice Pada Materi Kesetimbangan Kimia” ini ditulis oleh Fadilla Syariatul Husna, NIM. 1860212222050, Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dengan dosen pembimbing Anis Kholifatur Rosyidah, M.Sc. Kata kunci: Miskonsepsi, Four-Tier Multiple Choice, Kesetimbangan Kimia. Miskonsepsi merupakan salah satu masalah utama dalam pembelajaran kimia yang dapat menghambat pemahaman konsep secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi tingkat miskonsepsi siswa pada materi kesetimbangan kimia, (2) mendeskripsikan sebaran kategori pemahaman konsep siswa, dan (3) mengungkap faktor-faktor penyebab miskonsepsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 55 siswa kelas XI-8 dan XI-9 SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung yang dipilih melalui purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung pada bulan Februari–April 2026. Populasi penelitian adalah seluruh murid kelas XI, dengan sampel sebanyak 55 murid dari kelas XI-8 dan XI-9 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen utama yang digunakan adalah tes diagnostik four-tier multiple choice yang dikembangkan dari 30 butir soal awal mencakup enam sub-konsep kesetimbangan kimia. Soal tersebut divalidasi oleh dua validator ahli dengan hasil validasi sebesar 80,1% (sangat layak), kemudian diujicobakan dan diseleksi melalui uji validitas butir soal, uji reliabilitas, analisis tingkat kesukaran, dan analisis daya beda. Uji validitas butir soal menggunakan taraf signifikansi α = 0,05 dengan r tabel sebesar 0,3494, dan butir soal dinyatakan valid apabila r hitung > r tabel. Berdasarkan seleksi tersebut diperoleh 20 butir soal valid dengan nilai reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,970 (sangat tinggi). Instrumen pendukung meliputi pedoman wawancara terhadap guru dan murid terpilih, serta angket respon murid. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, wawancara, dan penyebaran angket. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan kombinasi jawaban keempat tingkat ke dalam empat kategori pemahaman, yaitu paham konsep (PK), tidak paham konsep (TPK), miskonsepsi (M), dan eror (E), yang selanjutnya dihitung persentasenya pada setiap butir soal dan sub-konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase miskonsepsi siswa sebesar 33% (kategori sedang), dengan persentase tertinggi pada sub-konsep tetapan kesetimbangan (41%), diikuti faktor pergeseran kesetimbangan (39%) dan hubungan Kc & Kp (39%). Sebaran kategori pemahaman menunjukkan 28% siswa paham konsep, 20% tidak paham konsep, dan 19% eror. Miskonsepsi tertinggi pada butir soal nomor 20 dengan persentase 62%. Berdasarkan hasil wawancara, faktor penyebab miskonsepsi terbagi menjadi dua: faktor internal siswa (lemahnya penguasaan konsep prasyarat, kebiasaan menghafal rumus, dan rendahnya minat membaca) serta faktor konteks pembelajaran (tidak biasaan siswa dengan soal diagnostik berbasis penalaran, dan cara mengajar guru yang masih bersifat prosedural). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi tes diagnostik four-tier dan wawancara terbukti efektif dalam mengidentifikasi miskonsepsi secara lebih komprehensif sebagai dasar penyusunan pembelajaran remedial.

Item Type: Skripsi
Subjects: Pendidikan > Kesulitan Belajar
Kimia
Kimia > Molekul Kimia
Pendidikan
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris Kimia
Depositing User: 1860212222050 FADILLA SYARIATUL HUSNA
Date Deposited: 01 Jul 2026 07:12
Last Modified: 01 Jul 2026 07:12
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68626

Actions (login required)

View Item View Item