MUHAMMAD HARIS ABDUL HAKIM, 1880502240002 and IFFATIN NUR, 197301111999032001 and ZULFATUN NI'MAH, 197912172008012013 (2026) JUAL BELI IKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI DAN KECAMATAN KARANGBINANGUN KABUPATEN LAMONGAN PERSPEKTIF ‘URF. [ Thesis ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (193kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (306kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (217kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (679kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (270kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (409kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (781kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (123kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (175kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Tesis dengan judul “Jual Beli Ikan Berbasis Kearifan Lokal Di Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Dan Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan Perspektif ‘Urf” yang di susun oleh Muhammad Haris Abdul Hakim NIM. 1880502240002, Prodi Hukum Ekonomi Syariah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Pembimbing Prof. Dr. Iffatin Nur, M.Ag dan Dr. Zulfatun Ni’mah, M. Hum. Kata Kunci: Jual Beli Ikan, Kearifan Lokal, ‘Urf. Praktik jual beli ikan di Kecamatan Badas Kabupaten Kediri dan Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan merupakan aktivitas ekonomi masyarakat perikanan yang tumbuh dari kebiasaan lokal dan diwariskan secara turun-temurun. Mekanisme rean, jedul, rajut, dan serit/ayak tidak hanya menjadi cara teknis dalam menghitung, memilah, dan menentukan harga ikan, tetapi juga mencerminkan sistem sosial-ekonomi masyarakat setempat. Praktik ini penting dikaji karena berbeda dari jual beli ikan pada umumnya, sebab bertumpu pada ukuran lokal, estimasi, sampel, dan kesepahaman antarpelaku transaksi yang berpotensi menimbulkan persoalan ketidak jelasan akad, ketidak pastian jumlah, ketidak pastian ukuran, serta unsur gharar dalam fikih muamalah. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana jual beli ikan berbasis kearifan lokal di Kecamatan Badas Kabupaten Kediri dan Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan; dan 2) bagaimana jual beli ikan berbasis kearifan lokal tersebut dalam perspektif ‘urf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, filde reserch dengan pendekatan yuridis empiris dan analisis normatif hukum Islam. Kedua lokasi dipilih karena sama-sama memiliki aktivitas jual beli ikan yang intensif, melibatkan rantai ekonomi perikanan dari pembudidaya hingga pelaku distribusi, serta memiliki mekanisme transaksi lokal yang khas, konsisten, dan relevan untuk dikaji secara komparatif dalam perspektif kearifan lokal dan ‘urf. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, terhadap pembudidaya, pengepul, pedagang, konsumen, serta tokoh masyarakat. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan teori kearifan lokal dan konsep ‘urf dalam fikih muamalah. Keabsahan data diuji melalui triangulasi, perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan member check untuk memastikan data yang diperoleh valid, kredibel, serta merepresentasikan praktik sosial masyarakat perikanan di kedua lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) jual beli ikan berbasis kearifan lokal di Kecamatan Badas dilakukan melalui mekanisme rean, jedul, dan serit, sedangkan di Kecamatan Karangbinangun melalui mekanisme rean, rajut, dan serit/ayak. Praktik tersebut merepresentasikan kearifan lokal masyarakat perikanan dalam: a) sistem nilai, berupa kepercayaan, kerelaan, tanggung jawab, kesepahaman, serta adanya garansi dan penyelesaian sengketa secara musyawarah antarpelaku transaksi; b) pengetahuan lokal, berupa kemampuan memperkirakan jumlah, membedakan ukuran, menilai kualitas, dan menentukan harga ikan berdasarkan pengalaman kolektif; c) praktik sosial, karena dilakukan berulang, diterima, dan dipahami bersama; d) daya tahan dan daya tumbuh masyarakat, karena tetap dipertahankan sekaligus menyesuaikan diri dengan kebutuhan ekonomi; dan e) fungsi ekonomi lokal, karena mempercepat transaksi, menghemat tenaga, mengurangi risiko kematian ikan, serta menjaga kelancaran distribusi. 2) Dalam perspektif ‘urf, praktik tersebut termasuk ‘urf qawli karena istilah lokalnya memiliki makna teknis, ‘urf fi‘li karena menjadi kebiasaan transaksi, dan ‘urf khass karena berlaku khusus pada komunitas perikanan tertentu. Secara hukum, praktik ini termasuk ‘urf sahih selama dilakukan secara transparan, berdasarkan kerelaan, tidak manipulatif, disertai tanggung jawab melalui garansi, penyelesaian sengketa, melalui musyawarah dan tidak menimbulkan gharar, dan tidak merugikan. Namun, praktik tersebut dapat berubah menjadi ‘urf fasid apabila digunakan untuk menyembunyikan ketidaksesuaian jumlah, memanipulasi ukuran atau kualitas ikan, meniadakan hak keberatan pembeli, menghilangkan tanggung jawab penjual atau pengepul, atau menimbulkan gharar yang dominan dan merugikan salah satu pihak.
| Item Type: | Thesis (UNSPECIFIED) |
|---|---|
| Subjects: | Agama Ekonomi > Akad Ekonomi > Jual Beli Ekonomi > Sosial Ekonomi |
| Divisions: | Pascasarjana > Thesis > Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | 1880502240002 MUHAMMAD HARIS ABDUL HAKIM |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 02:51 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 02:51 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68766 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
