Hasnizam Hashim, - and Iffatin Nur, 197301111999032001 and Sri Rahayu, - (2026) Reconstructing Family Visitation for Incarcerated Women through Family Time: A Mubādalah-Based Model of Relational Justice in Indonesia. Journal of Islamic Mubadalah, 3 (1). pp. 142-166. ISSN e-ISSN: 3063-587X
|
Text
Reconstructing Family Visitation for Incarcerated Women through Family Time (1).pdf Download (494kB) |
Abstract
This study examines the limitations of family visitation services for incarcerated women in correctional institutions in Lampung Province through the perspectives of relational justice and mubādalah. The central problem arises from the 15–30 minute visitation duration, which tends to be treated as an administrative procedure, although family visits play a crucial role in maintaining mother-child relations, marital relations, psychological stability, and readiness for social reintegration. This study aims to analyze the impact of limited visitation, explain family relations through the framework of mubādalah, and formulate a service model based on family time. The study employs a qualitative approach with an empirical juridical and multidisciplinary design. Data were obtained through in-depth interviews with 42incarcerated women, supporting interviews with correctional officers, observation, and document study, and were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that short visits weaken family communication, increase emotional burdens, and hinder relational recovery. This article offers a structured, just, gender-sensitive reconstruction of family timeservices that is relevant to the development of Islamic family law and more humane correctional policy. The article contributes by conceptualizing visitation as a space of mutuality that connects prisoners’ rights, family protection, rehabilitation, and state responsibility within Indonesia’s correctional system in a more concrete, just, measurable, and sustainable manner. Penelitian ini mengkaji keterbatasan layanan kunjungan keluarga bagi narapidana perempuan di lembaga pemasyarakatan Provinsi Lampung melalui perspektif keadilan relasional dan mubādalah. Masalah utama penelitian berangkat dari durasi kunjungan 15–30 menit yang cenderung diperlakukan sebagai prosedur administratif, padahal kunjungan keluarga berperan penting dalam menjaga relasi ibu-anak, suami-istri, stabilitas psikologis, dan kesiapan reintegrationsosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak keterbatasan kunjungan, menjelaskan relasi keluarga melalui kerangka mubādalah, serta merumuskan model layanan berbasis family time. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain yuridis empiris dan multidisipliner. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 42narapidana perempuan, wawancara pendukung dengan petugas, observasi, dan studi dokumen, lalu dianalisis melalui thematic analysis. Temuan menunjukkan bahwa kunjungan singkat melemahkan komunikasi keluarga, meningkatkan beban emosional, dan menghambat pemulihan relasi. Artikel ini menawarkan rekonstruksi layanan family timeyang terstruktur, berkeadilan, sensitif gender, dan relevan bagi pengembangan hukum keluarga Islam serta kebijakan pemasyarakatan yang lebih manusiawi. Kontribusi artikel terletak pada perumusan kunjungan sebagai ruang kesalingan yang menghubungkan hak warga binaan, perlindungan keluarga, rehabilitasi, dan tanggung jawab negara dalam sistem pemasyarakatan secara lebih konkret, adil, terukur, dan berkelanjutan di Indonesia.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Agama Masyarakat Islam Peradilan Islam Perdata Islam Perempuan |
| Divisions: | Karya Dosen |
| Depositing User: | Prof. Dr. Iffatin Nur, M.Ag. NIP. 197301111999032001 |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 03:52 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 03:52 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69154 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
