RELASI POLITIK KEKUASAAN DAN TRANMISI HADIS DI ABAD 2 H (Meninjau Ulang Otoritas Hishām Ibn ‘Urwah dalam Periwayatan Hadis Nabi)

AHMAD MISBAKHUL AMIN, 1860312222016 and RIZQA AHMADI, 198711062015031004 (2026) RELASI POLITIK KEKUASAAN DAN TRANMISI HADIS DI ABAD 2 H (Meninjau Ulang Otoritas Hishām Ibn ‘Urwah dalam Periwayatan Hadis Nabi). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (781kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (742kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (749kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (813kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (926kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (890kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (259kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (425kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (853kB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Relasi Politik Kekuasaan dan Transmisi Hadis di Abad 2 H: Meninjau Ulang Otoritas Hiṣhām Ibn ‘Urwah dalam Periwayatan Hadis Nabi” Ini ditulis oleh Ahmad Misbakhul Amin, NIM. 1860312222016, Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dengan pembimbing Dr. Rizqa Ahmadi, Lc., M.A. Kata Kunci: Patronasi Perawi, Hadis Politik, Otoritas Periwayatan Riset ini berdiri atas wacana otoritas Hishām Ibn ‘Urwah dalam periwayatan hadis Nabi. Posisi sentralnya menjadikannya thiqah menurut kritikus hadis. Dikursus tentang hadis pernikahan Aisyah menyeret namanya menjadi satu diskusi dialektik, sehingga kajian ini lahir dalam rangka memberikan tawaran baru pada khalayak periset hadis. Fakta ini menjadi latar belakang penelitian ini lahir. Kajian ini terbangun atas fakta empiris kajian literatur, dalam kerangka penelitian kualitatif dikenal dengan istilah Libarary Research. Lensa yang digunakan penulis untuk melihat fakta ini dinamakan Sosiopolitical Isnad Analysis. Tawaran baru hasil turunan teori modern yang berdiri di atas pondasi Jarh wa Ta’dil. Posisinya bukan menafikan justru memberikan tawaran kebaharuan. Penelusuran ini pada akhirnya menghasilkan dua tesis. Pertama, dalam perjalanannya penyebaran hadis di abad 2 H tidak dapat dipisahkan dari sistem politik dinasti ‘Umayyah dan ‘Abbāsiyah. Hadis menemukan akar fundamentalnya pada transmisi abad 1-2 H melalui ‘Umar Ibn ‘Abd Al ‘Azīz, namun setelahnya sebagian hadis diproduksi atau dimanfaatkan oleh pemegang otoritas sebagai tameng legitimasi atau kebijakan individual. Kedua, Hishām Ibn ‘Urwah dalam lensa ini menjadi Common Link yang berdasarkan hasil telusur telah melakukan agenda politik secara simbolik sehingga ia masuk pada patronasi Al Manṣūr. Al Manṣūr, khalifah kedua ‘Abbasiyah secara simbolik menunjukkan afiliasi tertentu dengan Hishām sehingga relasinya menjadi kuat. Diskusi ini tidak menemukan fakta negatif atas keduanya, namun secara tegas penulis menyatakan bahwa Hishām memiliki afiliasi khusus sehingga ia masuk pada patronasi khalifah Al Manṣūr sehingga periwayatannya dipengaruhi oleh sosio-historis pemerintahan

Item Type: Skripsi
Subjects: Agama
Agama > Al Hadist
Agama > Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Hadits
Depositing User: 1860312222016 AHMAD MISBAKHUL AMIN
Date Deposited: 14 Jul 2026 01:05
Last Modified: 14 Jul 2026 01:05
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69509

Actions (login required)

View Item View Item