DLOEWANG PANARAGA SEBAGAI MEDIA PENULISAN KITAB KUNING DI PONOROGO (1817-1950)

SITI MAZIDATUL MAFTUKHAH, 1860307222054 and NURUL BAITI ROHMAH, 199002272019032022 (2026) DLOEWANG PANARAGA SEBAGAI MEDIA PENULISAN KITAB KUNING DI PONOROGO (1817-1950). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (819kB)
[img] Text
ABSTRAK .pdf

Download (379kB)
[img] Text
DAFTAR ISI .pdf

Download (497kB)
[img] Text
BAB I .pdf

Download (449kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (554kB)
[img] Text
BAB III .pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (305kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA .pdf

Download (319kB)
[img] Text
LAMPIRAN .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (768kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai dluwang sebagai media penulisan kitab kuning di Ponorogo, Jawa Timur periode 1817-1950. Pemanfaatan dluwang sebagai media penulisan kitab kuning serta kitab apa saja yang menggunakan media dluwang belum terlalu disorot dalam tulisan-tulisan yang berkaitan dengan dluwang Ponorogo. Dengan adanya penelitian ini, pembaca dapat mengetahui secara mendalam bagaimana proses pembuatan dluwang di Ponorogo periode 1817-1950, serta bagaimana eksistensi dluwang sebagai media penulisan kitab kuning. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang memiliki 5 tahapan utama, yaitu: pertama adalah pemilihan topic, kedua adalah pengumpulan sumber (heuristic). Tahapan ketiga adalah kritik sumber (verifikasi). Tahapan keempat adalah interpretasi. Tahap kelima adalah penulisan sejarah ( hisoriografi). Dalam proses pembuatan dluwang diperlukan berbagai proses meliputi: pemilihan pohon, pengupasan serta pencucian kulit pohon, pemukulan kulit pohon, pengeringan, serta proses penghalusan permukaan. Pada tahun 1817, Thomas Stamford Raffles menuliskan dalam bukunya yang berjudul The History of Java mengenai keberadaan kertas dluwang di Jawa, pada tahun 1905 Menteri Pekerjaan Umum, Perdagangan, dan Industri Hindia Belanda mengirim sampel kertas dluwang ke Belanda untuk mengetahui kemungkinan produksi kertas tersebut dalam skala pabrik. Pada tahun 1931, Bupati Ponorogo, Soetikno membuat tulisan mengenai keberadaan dluwang Ponorogo yang dimuat dalam majalah Djawa, pada tahun 1950, dluwang Ponorogo masih diproduksi namun hanya untuk memenuhi kebutuhan museum. Kata Kunci: Dluwang, Kitab Kuning, Ponorogo

Item Type: Skripsi
Subjects: Sejarah Peradaban Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: 1860307222054 SITI MAZIDATUL MAFTUKHAH
Date Deposited: 24 Jul 2026 01:44
Last Modified: 24 Jul 2026 01:44
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69515

Actions (login required)

View Item View Item