MUHAMAD HABIB ALAMSYAH, 1860102222230 and MASHURI, 196509131997031001 (2026) ANALISIS KAIDAH AL YAQINU LA YUZALU BI SYAKKI TERHADAP PANDANGAN TOKOH MASYARAKAT MENGENAI PERHITUNGAN WETON JODOH DI WILAYAH KAWEDANAN ARJOWINANGUN PONOROGO. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (180kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (175kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (255kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (474kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (138kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (485kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (399kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (15kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (187kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Muhamad Habib Alamsyah, NIM. 1860102222230, 2026. Analisis Kaidah Al Yaqinu La Yuzalu Bi Syakki terhadap Pandangan Tokoh Masyarakat Mengenai Perhitungan Weton Jodoh di Wilayah Kawedanan Arjowinangun Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing: Drs. Mashuri, M.H.I. Kata Kunci: Weton Jodoh, Tokoh Masyarakat, Al Yaqinu La Yuzalu Bi Syakki. Tradisi perhitungan weton jodoh masih dipraktikkan oleh sebagian masyarakat Jawa sebagai pertimbangan sebelum menikah. Hasil perhitungan weton yang dianggap tidak sesuai sering menimbulkan keraguan hingga memengaruhi keputusan pernikahan, meskipun telah memenuhi rukun dan syarat menurut syariat Islam. Kondisi tersebut mendorong masyarakat meminta pandangan tokoh masyarakat dalam menyikapi keraguan akibat perhitungan weton. Penelitian ini berfokus pada: (1) menganalisis pandangan tokoh masyarakat di wilayah Kawedanan Arjowinangun Kabupaten Ponorogo terhadap keraguan perhitungan weton jodoh; dan (2) menganalisis penerapan kaidah Al Yaqinu La Yuzalu Bi Syakki terhadap pandangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian hukum Islam empiris (field research). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh Nahdlatul Ulama, dan tokoh Muhammadiyah di Kecamatan Mlarak, Jetis, Sawoo, dan Sambit. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan kaidah Al Yaqinu La Yuzalu Bi Syakki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat memandang weton sebagai warisan budaya yang masih dapat dijadikan pedoman dalam menentukan kecocokan pasangan dan hari pernikahan. Tokoh Nahdlatul Ulama memandang weton sebagai 'urf yang dapat dihormati selama tidak bertentangan dengan akidah Islam, sedangkan tokoh Muhammadiyah memandang weton hanya sebagai tradisi budaya yang tidak memiliki dasar syariat. Berdasarkan analisis kaidah Al Yaqinu La Yuzalu Bi Syakki, keraguan akibat perhitungan weton tidak dapat menghilangkan keyakinan terhadap keabsahan pernikahan yang telah memenuhi rukun dan syarat menurut syariat Islam.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | 1860102222230 MUHAMAD HABIB ALAMSYAH |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 08:29 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 08:29 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69758 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
