EMA VIDYA NARASWITA, 126302202025 (2024) SIASAT PEREMPUAN BERKESENIAN (Kolektif Perempuan Pengkaji Seni Sidoarjo Dalam Perspektif Feminisme Eksistensialis Simone De Beauvoir). [ Skripsi ]
|
Text
Siasat Perempuan Berkesenian Kolektif Perempuan Pengkaji Seni Sidoarjo dalam Perspektif Feminisme Eksistensialis Simone de Beauvoir.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Persoalan gender dalam ranah seni saat ini tak lagi berkutat pada absennya perempuan dalam kerja-kerja kesenian, melainkan pada ketiadaan kemampuan untuk mengenali dan menghargai karya-karya perempuan sebagai pelaku kesenian yang setara. Perempuan Pengkaji Seni (PPS) di Sidoarjo, Jawa Timur, adalah kolektif seni yang seluruh anggotanya perempuan dan lahir sebagai respons atas kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan membedah siasat PPS dalam menerobos posisi "Liyan" yang dilekatkan pada seniman perempuan, dengan menggunakan feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir sebagai kacamata teori. Penelitian ini berjenis kualitatif, dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka, yang kemudian dianalisis menggunakan metode hermeneutika filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siasat PPS bekerja pada tiga lapis sekaligus. Pertama, pada level tubuh dan representasi, PPS menegaskan hak perempuan menafsirkan dan menampilkan tubuhnya sendiri, sebagaimana terlihat pada karya-karya yang secara terbuka membicarakan tubuh dan patriarki. Kedua, pada level kerja dan proyek eksistensial, PPS mengambil-alih kondisi imanen—rutinitas, alienasi kerja—dan mengubahnya menjadi proyek transendental yang dipilih secara sadar, sebagaimana tampak pada karya pertunjukan "Rotary". Ketiga, pada level struktur kolektif, PPS menunjukkan bahwa kebebasan otentik ala Beauvoir yang semula dirumuskan secara individual dapat diperluas menjadi kebebasan relasional lewat prinsip resiprositas, di mana subjek-subjek yang berbeda beban dan prioritas tetap menopang satu proyek bersama. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengakuan formal atas karya PPS tidak serta-merta membebaskan mereka dari posisi Liyan, sebab struktur patriarkal kerap memunculkan mekanisme kompensatif baru yang meragukan otentisitas capaian perempuan. Dengan demikian, transendensi yang dicapai PPS bersifat parsial dan terus-menerus diperjuangkan di dalam situasi yang membatasi, bukan pembebasan total—sebuah temuan yang sejalan dengan prinsip ambiguitas dalam pemikiran Beauvoir sendiri. Kata Kunci: Perempuan Pengkaji Seni, Simone de Beauvoir, Feminisme Eksistensialis, Diri dan Liyan, Resiprositas
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat > Filsafat Barat Jurnal Perempuan |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Filsafat Agama |
| Depositing User: | 126302202025 EMA VIDYA NARASWITA |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 03:19 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 03:19 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70142 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
