WASILAH SUBUH GABUNGAN (Masjid, Ruang Publik dan Pembentukan Modal Sosial Di Kecamatan Pasar Rebo Kota Jakarta Timur)

MUHAMAD MARVI, 1860309221011 and AKHOL FIRDAUS, 197804272023211006 (2026) WASILAH SUBUH GABUNGAN (Masjid, Ruang Publik dan Pembentukan Modal Sosial Di Kecamatan Pasar Rebo Kota Jakarta Timur). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (662kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (4MB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (16MB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (25MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Wasilah Subuh Gabungan: Masjid, Ruang Publik Dan Pembentukan Modal Sosial Di Kecamatan Pasar Rebo Kota Jakarta Timur” ini ditulis oleh Muhamad Marvi, NIM.1860309221011, Pembimbing Dr. Akhol Firdaus, M.Pd., Kata Kunci : Masjid, Wasilah Subuh gabungan, Ruang Publik, Modal sosial. Penelitian ini mengkaji kegiatan Wasilah Subuh Gabungan sebagai praktik keagamaan kolektif yang tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga berpotensi menjadi ruang publik keagamaan yang memfasilitasi komunikasi sosial sekaligus menjadi mekanisme pembentukan modal sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran masjid dan jamaah dalam menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang publik keagamaan yang inklusif dan partisipatif serta bagaimana Wasilah Subuh Gabungan berfungsi dalam membangun modal sosial, baik dalam bentuk jaringan sosial (social network), rasa saling percaya (trust), maupun norma-norma timbal balik (Norms Reciprocity). Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Pengurus Wasilah, pengurus dewan kemakmuran masjid, dan jamaah Wasilah Subuh Gabungan se-Kecamatan Pasar Rebo. Hasil penelitian menunjukan bahwa saat kegiatan wasilah berlangsung tidak terdapat kesempatan jamaah untuk melakukan interaksi sosial yang egaliter, jamaah lebih terpusat pada pelaksanaan ibadah dan mendengarkan tausiyah. Maka dari itu, Wasilah Subuh Gabungan dapat dipahami sebagai ruang publik artifisial karena belum sepenuhnya memenuhi karakteristik ruang publik ideal sebagaimana dikemukakan oleh Habermas, terutama pada aspek kesetaraan partisipasi (egalitarianisme) dan diskursus rasional. Namun demikian, fungsi ruang publik tetap muncul pada ruang-ruang interaksi yang terbentuk setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Obrolan santai, silaturahmi, pertukaran informasi, serta komunikasi informal antarjamaah menunjukkan adanya aktivitas komunikasi sosial yang mempertemukan masyarakat dalam satu ruang bersama. Kemudian pada penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Wasilah Subuh Gabungan tidak hanya menjadi sarana pembinaan spiritual masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai media pembentukan hubungan sosial yang mampu memperkuat modal sosial masyarakat. Melalui aktivitas keagamaan yang dilakukan secara kolektif, kegiatan ini berkontribusi dalam mempererat ukhuwah Islamiyah, memperluas jaringan sosial, serta memperkuat solidaritas masyarakat Muslim di Kecamatan Pasar Rebo.

Item Type: Skripsi
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama
Depositing User: 1860309221011 MUHAMAD MARVI
Date Deposited: 19 Aug 2026 03:02
Last Modified: 19 Aug 2026 03:02
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/71098

Actions (login required)

View Item View Item