KAFA TSALITSAL KURNIA, 1860309221009 and DIAN PRATIWI PRIBADI, 197712072023212012 (2026) TEOLOGI LINGKUNGAN DALAM PRAKTIK PERTANIAN ORGANIK DI JATAYU TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (138kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (30kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (278kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (215kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (199kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (279kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (215kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (11kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (152kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji integrasi teologi lingkungan dalam praktik pertanian organik di JATAYU (Jamaah Tatanan Wahyu) Tulungagung yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Modern Sumber Daya at-Taqwa (POMOSDA). Di tengah krisis ekologis global dan dominasi pertanian konvensional berbasis bahan kimia, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap prinsip-prinsip teologi lingkungan yang menjadi landasan serta bagaimana prinsip tersebut diwujudkan dalam praktik sehari-hari jamaah. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan koordinator cabang, ranting, dan anggota JATAYU, observasi partisipatif selama kegiatan pertanian, serta analisis dokumen organisasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi, display, dan verifikasi melalui triangulasi sumber dan metode.Hasil penelitian menemukan empat prinsip teologi lingkungan utama yang diinternalisasi jamaah, yaitu: tanggung jawab sebagai khalifah fil ardh, keselarasan (harmoni) manusia-alam sebagai manifestasiilahi, pandangan ekosentris terhadap seluruh makhluk hidup, serta pemaknaan pertanian organik sebagai bentuk ibadah dan amanah ilahi. Prinsip-prinsip ini diwujudkan dalam praktik kolektif berupa pengelolaan lahan bersama, sistem pertanian sirkular (pemanfaatan limbah ternak dan air kolam lele), kegiatan “Minggu Bumi” sebagai ruang praksis spiritual-ekologis, serta pengelolaan lumpang (lumbung pangan) sebagai mekanisme ketahanan pangan komunitas. Melalui kerangka ekoteologi Seyyed Hossein Nasr dan teori praktik sosial Pierre Bourdieu, penelitian ini mengungkap bahwa habitus teologi lingkungan, modal sosial-kultural-simbolik, serta arena jamaah berhasil mereproduksi praktik pertanian organik sebagai bentuk integrasi spiritualitas dan pelestarian lingkungan di tingkat akar rumput. Penelitian ini menyimpulkan bahwa JATAYU berhasil mentransformasikan teologi lingkungan dari wacana normatif menjadi praksis sosial yang konkret, sekaligus memberikan kontribusi bagi studi sosiologi agama dan ekoteologi di Indonesia dengan menunjukkan model komunitas keagamaan sebagai agen perubahan ekologis yang efektif. Kata Kunci : Teologi Lingkungan, Pertanian Organik, JATAYU, Praktik Sosial
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Biologi > Lingkungan Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | 1860309221009 KAFA TSALITSAL KURNIA |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 02:12 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 02:12 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/71370 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
