PERAN AYAH DALAM AL-QUR’AN (Analisis Penafsiran KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) Dalam Pengajian Kanal Youtube)

MERLYAN MILANIA FIBRIA, 1880503240002 and SALAMAH NOORHIDAYATI, 197401241999032002 and ABAD BADRUZAMAN, 197308042000121002 (2026) PERAN AYAH DALAM AL-QUR’AN (Analisis Penafsiran KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) Dalam Pengajian Kanal Youtube). [ Thesis ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (598kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (229kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (170kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (458kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (342kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (470kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (383kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (169kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (163kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (232kB)

Abstract

ABSTRAK Tesis ini berjudul “Peran Ayah Dalam Al-Qur’an: Analisis Penafsiran KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) Dalam Pengajian Kanal YouTube” ditulis oleh Merlyan Milania Fibria (NIM: 1880503240002) di bawah bimbingan Prof. Dr. Salamah Noorhidayati, M.Ag dan Prof. Dr. Abad Badruzaman, Lc., M.Ag Kata Kunci: Peran Ayah, Penafsiran al-Qur’an, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim, Fatherless, Double Movement Fazlur Rahman Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena Fatherless di Indonesia yang menunjukkan ketidakhadiran atau rendahnya keterlibat ayah dalam pengasuhan anak yang berdampak negatif terhadap perkembangan spiritual, intelektual, sosial, dan mental anak, serta menjadi salah satu penyebab meningkatnya perilaku menyimpang dalam kehidupan masyarakat, pemikiran KH. Ahmad Bahauddin Nursalim hadir dengan membawa pesan yang penting untuk memahaminya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis konsep peran ayah dalam Al-Qur’an berdasarkan kajian kontemporer; (2) merumuskan konstruksi ideal peran ayah menurut penafsiran KH. Bahauddin Nursalim melalui pendekatan hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman; (3) menganalisis relevansi penafsiran KH. Bahauddin Nursalim mengenai peran ayah dengan problematika fatherless di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran data online terhadap penafsiran KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) pada kanal YouTube tentang peran ayah dalam al-Qur’an. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan menggunakan teori hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman. Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) Menurut kajian kontemporer Al-Qur’an memuat lima peran penting ayah yaitu memberikan nafkah yang halal kepada anak, mendidik anak agar tidak menyekutukan Allah SWT, membangun kedekatan dengan anak, memberikan nasihat dan arahan pada anak, dan menjadi teladan yang baik bagi anak. (2) Melalui analisis hermenutika Double Movement diperoleh tiga konstruksi ideal peran ayah menurut Gus Baha yaitu sebagai pemimpin spiritual, pemenuh kebutuhan emosional anak, dan figur yang mengormati martabat anak. (3) Ketiga konstruksi tersebut memiliki relevansi sebagai paradigma pengasuhan islami untuk merespons fenomena fatherless di Indonesia dengan mengembalikan peran ayah sebagai pendidik spiritual, pendamping emosional, dan teladan moral.

Item Type: Thesis (UNSPECIFIED)
Subjects: Agama
Agama > Al Quran
Agama > Tafsir Quran
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir
Depositing User: 1880503240002 MERLYAN MILANIA FIBRIA
Date Deposited: 02 Sep 2026 07:12
Last Modified: 02 Sep 2026 07:12
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/71830

Actions (login required)

View Item View Item