ADHE BINTAN ZAHRIYYA, 1860309222093 and AKHOL FIRDAUS, 2027047804 (2026) INTERAKSIONISME SIMBOLIK DALAM TRADISI SLAMETAN MALAM JUMAT LEGI DI GUNUNG BUDHEG TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (758kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (251kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (306kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (282kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (335kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (252kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (349kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (267kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (164kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Skripsi dengan judul “Interaksionisme Simbolik dalam Tradisi Slametan Malam Jumat Legi di Gunung Budheg Tulungagung” ini ditulis oleh Adhe Bintan Zahriyya, NIM. 1860309222093, dengan pembimbing Dr. Akhol Firdaus, M.Pd. Kata Kunci: Slametan Malam Jumat Legi, Interaksionisme Simbolik, Gunung Budheg Penelitian ini mengkaji mengenai tradisi slametan malam Jumat Legi yang dilakukan di Gunung Budheg Tulungagung. Slametan ini memiliki keunikan tersendiri karena dilaksanakan secara rutin setiap 35 hari sekali, berbeda dengan gunung-gunung lain yang mengadakan slametan pada Bulan Suro. Tradisi ini bermula dari pengalaman spiritual juru kunci tahun 2015 berupa dawuh dari eyang penunggu Gunung Budheg, sejak saat itu terus dilestarikan hingga saat ini.Dalam pelaksanaannya, slametan memuat berbagai simbol seperti pemilihan waktu, prosesi, uborampe yang sarat akan nilai spiritual. Akan tetapi yang secara khusus mengkaji dari perspektif simbolik masih terbatas khususnya pada slametan malam Jumat Legi di Gunung Budheg. Tujuan penelitian ini diharapkan mampu memberi sumbangsih keilmuan mengenai (1) Makna interaksionisme simbolik pada tradisi slametan malam Jumat Legi di Gunung Budheg Tulungagung; (2) Dampak dari pelaksanaan tradisi tersebut terhadap kehidupan masyarakat sekitar Gunung Budheg. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan juru kunci dan peserta slametan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna simbolik dalam slametan malam Jumat Legi terbentuk melalui empat dimensi, yaitu pemilihan waktu sebagai titik temu kalender Islam dan Jawa yang diyakini mustajab, prosesi dan tata ruang yang merepresentasikan kesetaraan dan akulturasi identitas Muslim-Jawa, uborampe sebagai bahasa material yang menyampaikan harapan dan syukur, serta Gunung Budheg sebagairuang sakral penghubung manusia dengan Tuhan, sesama dan alam. Ditinjau melalui konsep mind, self dan society yang diperkaya dengan because motive dan in order to motive Schutz. Penelitian ini menemukan bahwa pemaknaan simbol bersifat variatif namun tetap mampu menggerakkan tindakan bersama secara harmonis. Adapun dampak yang dirasakan meliputi penguatan spiritual individu, penguatan solidaritas sosial dalam bentuk guyub rukun, serta pewarisan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda secara partisipatif.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | 1860309222093 ADHE BINTAN ZAHRIYYA |
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 03:45 |
| Last Modified: | 15 Sep 2026 03:45 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/71974 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
