STRATEGI MENANAMKAN NILAI RELIGIUS PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (Multisitus Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Blitar dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Blitar)

RIZQI AMALIA, 17506164058 (2018) STRATEGI MENANAMKAN NILAI RELIGIUS PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (Multisitus Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Blitar dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Blitar). [ Skripsi ]

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (600kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (324kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (115kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (243kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (292kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (450kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (406kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB VI.pdf

Download (123kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR RUJUKAN.pdf

Download (186kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Tesis dengan judul “Strategi Menanamkan Nilai Religius Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Blitar” ini ditulis oleh Rizqi Amalia, NIM. 17506164058, pembimbing Dr. Luk Luk Nur Mufida M.Pd.I dan Dr. Muwahid Sulhan, M.Ag Kata Kunci: Strategi, Nilai Religius, Sejarah Kebudayaan Islam Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena dimana tingkat kesadaran peserta didik dalam beragama masih kurang. Karena peserta didik dalam memahami agama Islam hanya mampu pada ranah kognitif saja. Dalam hal ini, peneliti menghubungkan masalah kurangnya kesadaran tersebut perlu adanya penanaman nilai-nilai agama Islam secara menyeluruh, penanaman nilai difokuskan pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam. Materi pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam yakni mengenai suatu peristiwa dan juga banyak nilai yang terkandungnya. Maka dari itu peneliti mengambil tema penanaman nilai religius pada peserta didik oleh guru pendidikan agama Islam. Guru adalah salah satu komponen sekolah yang bertanggungjawab secara langsung untuk mendidik para peserta didik. Rumusan masalah dalam penulisan tesis ini adalah (1) Bagaimana strategi menanamkan nilai al-ikha’/persaudaraan pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam Multisitus Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 kota Blitar dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 kota Blitar, (2) Bagaimana strategi menanamkan nilai al-‘adalah/keadilan pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam Multisitus Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 kota Blitar dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 kota Blitar, (3) Bagaimana strategi menanamkan nilai al-tasamuh/toleransi pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam Multisitus Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 kota Blitar dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 kota Blitar. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui strategi menanamkan nilai al-ikha’/persaudaraan pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam Multisitus Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 kota Blitar dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 kota Blitar (2) Untuk mengetahui strategi menanamkan nilai al-‘adalah/keadilan pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam Multisitus Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 kota Blitar dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 kota Blitar. (3) Untuk mengetahui strategi menanamkan nilai al-tasamuh/toleransi pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam Multisitus Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 kota Blitar dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, lokasi penelitiannya di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 kota Blitar dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 kota Blitar, sumber datanya di dapat melalui tiga unsur yaitu person, place dan paper, metode pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam menganalisis datanya menggunakan teknik analisis deskriptif yakni reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan multi situs. Sedangkan pengecekan keabsahan datanya menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian ini terkait dengan (1). Melakukan tahap transformasi nilai dengan menarik minat belajar peserta didik terlebih dahulu melalui media (LCD, peta dll) dan menggunakan metode kontekstual learning, kemudian melakukan optimalisasi penyampaian materi secara bermakna, baik menggunakan metode ceramah variatif, melakukan pree test, hal ini merupakan langkah awal untuk menanamkan nilai yakni pemantapan nilai melalui transfer of knowledge atau tranformasi nilai. Setelah itu melakukan tahap transaksi nilai dengan menyusun metode pembelajaran aktif-kooperatif seperti penugasan kelompok dan diskusi secara berkala merupakan bentuk aplikatif dari nilai al-ikha’, dan terahir melakukan tahap trans-internalisasi dengan mengaktualisasikan dengan penciptaan nilai dengan kegiatan lembaga seperti ta’ziah bersama satu kelas yakni menciptakan suasana harmonis antar anggota madrasah saling menghargai, menghormati, saling mengapresiasi prestasi orang lain, kompetitif namun tidak menjatuhkan satu sama lain dan lain sebagainya, mengaktualisasikan dengan simbol-simbol seperti slogan, poster dll, memberikan motivasi. (2). Melakukan tahap transformasi dengan menarik minat belajar peserta didik melalui media (LCD, peta dll) dan menggunakan metode kontekstual learning, melaksanakan optimalisasi penyampaian materi dengan bermakna, baik menggunakan metode ceramah variatif, pree test, hal ini merupakan langkah awal untuk menanamkan nilai yakni pemantapan nilai melalui transfer of knowledge, setelah itu melakukan tahap transaksi nilai dengan penggunaan metode kuis dengan pemerataan tugas dan kesempatan bertanya untuk masing-masing peserta didik, dan terahir melakukan tahap trans-internalisasi dengan menerapkan nilai keadilan melalui pemberian sanksi, menciptakan budaya adil dalam lingkungan sosial akademik dengan tidak mengunggulkan salah satu peserta didik, memberikan contoh dari nilai keadilan dengan membagi kelompok secara acak dan sama rata, memberikan remedial, memberikan motivasi (3). Melakukan tahap transformasi dengan menarik minat belajar peserta didik melalui media (LCD, peta dll) dan menggunakan metode kontekstual learning, pelaksanakan optimalisasi penyampaian materi dengan bermakna melalui kisah-kisah, baik menggunakan metode ceramah variatif, pree test, memberikan motivasi. Melakukan tahap transformasi menggunakan metode diskusi, dan terahir melakukan tahap trans-internalisasi dengan senantiasa memberikan contoh untuk melakukan sikap saling menghargai atas karya orang lain dan mengaktualisasikan dengan simbol-simbol seperti slogan, poster dll

Item Type: Skripsi
Subjects: Agama
Pendidikan > Pendidikan Dasar
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: 17506164058 RIZQI AMALIA
Date Deposited: 05 Oct 2018 07:56
Last Modified: 05 Oct 2018 07:56
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/9604

Actions (login required)

View Item View Item