UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung INSTITUTIONAL REPOSITORY UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

TINJAUAN MAQASHID SYARIAH TERHADAP PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENOLAK PERMOHONAN ISBAT NIKAH POLIGAMI DI PENGADILAN AGAMA TULUNGAGUNG (Studi Kasus Penetapan Nomor 3082/Pdt.G/2020/PA.TA)

NURUL MUSHOFFA, 12102183072 and NUR FADHILAH, 198011232003122002 (2025) TINJAUAN MAQASHID SYARIAH TERHADAP PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENOLAK PERMOHONAN ISBAT NIKAH POLIGAMI DI PENGADILAN AGAMA TULUNGAGUNG (Studi Kasus Penetapan Nomor 3082/Pdt.G/2020/PA.TA). [ Skripsi ]

This is the latest version of this item.

[img] Text
COVER.pdf

Download (878kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (280kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (35kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (293kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (388kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (241kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (309kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (196kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (290kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “TINJAUAN MAQASID SYARIAH TERHADAP PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PENOLAKAN PERMOHONAN ISBAT NIKAH POLIGAMI DI PENGADILAN AGAMA TULUNGAGUNG (Studi Kasus Penetapan Nomor 3082/Pdt.G/2020/PA.TA).” ini ditulis oleh Nurul Mushofa, NIM 12102183072, Pembimbing: Dr. Hj. Nur Fadhilah, M.H. Kata Kunci: isbat nikah poligami, maqashid syariah, pertimbangan hakim Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya putusan Pengadilan Agama Tulungagung Nomor 3082/Pdt.G/2020/PA.TA yang menolak permohonan isbat nikah atas pernikahan siri tahun 1984 oleh seorang perempuan sebagai istri kedua, meskipun dari pernikahan tersebut telah lahir sepuluh orang anak. Permohonan ditolak karena tidak memenuhi ketentuan hukum positif, khususnya terkait legalitas poligami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Mendeskripsikan pertimbangan hakim dalam menolak isbat nikah poligami pada putusan nomor 3082/Pdt.G/2020/PA.TA. 2) Menganalisis tinjauan maqashid syariah Ibnu Asyur terhadap pertimbangan hakim dalam penolakan permohonan isbat nikah poligami pada penetapan nomor 3082/Pdt.G/2020/PA.TA. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pertimbangan hakim dalam penolakan permohonan isbat nikah poligami Nomor 3082/Pdt.G/2020/PA.TA, terdiri dari pertimbangan yuridis, sosiologis, dan filosofis. Secara yuridis, pernikahan sirri Pemohon tidak memenuhi syarat formal sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam karena dilakukan tanpa izin pengadilan dan tidak dicatatkan di KUA, sehingga tidak sah secara hukum negara. Dari sisi sosiologis, praktik poligami yang tidak tercatat menyebabkan ketidakpastian hukum dan kerentanan sosial, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang statusnya tidak diakui secara hukum, sehingga berdampak pada hak-hak sipil mereka. Sedangkan dari aspek filosofis, hakim menolak permohonan demi menjaga nilai-nilai keadilan, legalitas, dan ketertiban hukum serta mencegah penyalahgunaan proses hukum hanya untuk kepentingan administratif semata, menegaskan bahwa institusi pernikahan tidak sekadar urusan pribadi tetapi menyangkut tanggung jawab sosial dan etika dalam masyarakat. 2) Dalam perspektif Maqasid Syariah menurut Ibnu Asyur, pertimbangan yuridis penolakan berdasarkan aturan formal seperti tidak adanya izin poligami dan pencatatan nikah memang sah secara hukum, namun secara maqasid justru dapat menimbulkan mafsadah (kerugian) besar bagi istri dan anak-anak, karena mereka kehilangan perlindungan hukum dan hak-haknya. Secara sosiologis, poligami yang tidak sah secara hukum dapat menimbulkan ketimpangan sosial, stigma, dan kerentanan terhadap perempuan dan anak, yang bertentangan dengan tujuan menjaga nasab (hifz al-nasl), kehormatan (hifz al-‘irdh), dan harta (hifz al-mal). Secara filosofis, dari sudut pandang maqasid, seharusnya isbat nikah dapat dijadikan instrumen perlindungan dan legalisasi terhadap hak-hak perempuan dan anak, serta sebagai wujud nyata dari maqasid dalam konteks hukum keluarga yang adil dan kontekstual.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hakim
Hukum > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: 12102183072 NURUL MUSHOFFA
Date Deposited: 24 Sep 2026 08:39
Last Modified: 24 Sep 2026 08:39
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/72613

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item