MOCHAMMAD ADI BACHTIAR, 1860309221003 and FITRIANATSANY, 199011122020122011 (2026) TRADISI WIWIT PADA MASYARAKAT PETANI DI DUSUN JOGOROTO. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (199kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (369kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (227kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (277kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (305kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (185kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini berangkat dari fenomena tradisi wiwit yang kian hari menghadapi tekanan modernisasi pertanian yang ditandai oleh mekanisasi melalui traktor dan mesin pemanen kombi, serta menguatnya pemahaman Islam purifikatif di kalangan generasi muda pada Dusun Jogoroto. Kondisi ini mengikis fondasi sosial tradisi, mulai dari lenyapnya sistem bawon hingga memudarnya gotong royong antarpetani. Berangkat dari fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis pemaknaan masyarakat petani Dusun Jogoroto terhadap tradisi wiwit di tengah transformasi pertanian yang sedang berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih melalui teknik snowball sampling dari kalangan masyarakat tani, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, dengan dilandasi dua kerangka teori yang saling melengkapi, yaitu teori tindakan sosial Max Weber dan teori petani rasional (the rational peasant) Samuel L. Popkin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi pertanian tidak menghapus tradisi wiwit, melainkan mendorong rekonstruksi makna ke arah pola tindakan yang lebih rasional-instrumental. Dalam perspektif Weber, tindakan petani didominasi oleh tindakan rasional instrumental (zweckrational) yang berorientasi pada efisiensi dan kalkulasi hasil panen, meskipun tetap diwarnai sedikit oleh tindakan rasional nilai (wertrational) yang berlandaskan keimanan dan identitas kultural sebagai lapisan makna yang menyertainya. Dalam kerangka Popkin, transformasi ini tercermin pada maksimisasi utilitas melalui penyederhanaan uborampe, logika investasi spiritual sebagai manajemen risiko, dilema tindakan kolektif yang melemahkan sistem bawon. Pemaknaan masyarakat terhadap tradisi wiwit mencakup empat dimensi yang dinamis, yaitu spiritual-religius, instrumental-pragmatis, identitas kultural, dan resiliensi kultural, sehingga tradisi ini bertransformasi dari ritual komunal yang sakral dan wajib menjadi praktik spiritual yang lebih personal dan opsional, namun tetap bermakna bagi masyarakat petani Muslim Jawa di Dusun Jogoroto.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama Sosiologi Agama > Tradisi |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | 1860309221003 MOCHAMMAD ADI BACHTIAR |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 09:49 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 09:49 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/72664 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
