LISA RATNA SARI, 1860309221022 and REFKI RUSYADI, 198612272023211020 (2026) LARUNG SESAJI DALAM HARMONISASI ALAM DAN MANUSIA MASYARAKAT PANTAI SIDEM. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (675kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (259kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (214kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (340kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (456kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (325kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (291kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (276kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji larung sesaji sebagai praktik budaya masyarakat nelayan Pantai Sidem yang hidup sebagai masyarakat risiko di tengah ketidakpastian ekologis akibat perubahan iklim, pencemaran lingkungan, dan penurunan tangkapan ikan. Larung sesaji mulai dilaksanakan dalam bentuk baru tahun 2022 dari hasil kesepakatan bersama masyarakat sebagai penyatuan tradisi slametan enam RT yang sebelumnya terpisah. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena larung sesaji dalam menghadapi risiko modern bahwa larung sesaji sebagai rung kultural yang menjembatani antara modern dan kultural agar tetap eksis sampai saat ini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Penelitian ini menggunakan perspektif interaksionisme simbolik Herbert Blumer dan konsep masyarakat risiko Ulrich Beck sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larung sesaji bukan sekadar warisan ritual yang diterima secara pasif, melainkan hasil pemaknaan kolektif yang terus diproduksi melalui interaksi sosial dan diwujudkan dalam berbagai simbol seperti kembang mayang, buceng lanang dan wadon, lodho sego gurih, serta cok bakal. Larung sesaji juga berperan sebagai ruang kultural yang menjembatani antara budaya kultural dengan risiko masyarakat modern berwujudkan dengan penggunaan bahan alami dan praktik kebersihan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa larung sesaji memadukan unsur budaya, spiritualitas, solidaritas sosial, dan kesadaran ekologis dalam satu praktik yang memperkuat harmoni antara manusia dan alam di tengah kompleksitas risiko modern.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama Sosiologi Agama > Tradisi |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | 1860309221022 LISA RATNA SARI |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 08:11 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 08:11 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/72678 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
