UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung INSTITUTIONAL REPOSITORY UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

REINTERPRETASI MAKNA NUSYU̅Z DALAM QS. AN-NISᾹ’ [4]: 34 DAN 128 (Analisis Ma’nā Cum Maghzā)

MUHAMMAD NAFISUL YAQIN, 126301212087 and AHMAD ZAINAL ABIDIN, 1974021319990311002 (2025) REINTERPRETASI MAKNA NUSYU̅Z DALAM QS. AN-NISᾹ’ [4]: 34 DAN 128 (Analisis Ma’nā Cum Maghzā). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (577kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (646kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (634kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (935kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (960kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (679kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (573kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (600kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi dengan judul ”Reinterpretasi Makna Nusyūz Dalam QS. An-Nisā’ [4]: 34 dan 128 (Studi Analisis Ma’nā Cum Maghzā)” ini ditulis oleh Muhammad Nafisul Yaqin, NIM. 126301212087, dengan pembimbing Prof. Dr. Ahmad Zainal Abidin, M.A Kata Kunci: Reinterpretasi, Nusyūz, Ma’nā Cum Maghzā. Penelitian ini dilatarbelakangi karena penulis memandang, bagaimana implikasi dari hasil penafsiran yang legalistik, normatif, dan legalistik. Sehingga berdampak pada produk hukum yang dihasilkan dan memmpengaruhi perspektif masyarakat. Oleh karena itu butuh suatu pendekatan yang berbeda, untuk memahami nusyūz dari segi makna, dan perbuatannya. Penelitian ini akan berfokus pada (1) Bagaimana ma’nā historis nusyūz dalam Qs. an-Nisā’ [4]: 34 dan 128. (2) Bagaimana maghzā historis nusyūz dalam Qs. an-Nisā’ [4]: 34 dan 128. (3) Bagaimana maghzā dinamis nusyūz dalam Qs. an-Nisā’ [4]: 34 dan 128. Penelitian ini termasuk dalam kajian kualitatif dengan teknik pengumpulan data library research. Data primernya berupa Qs. an-Nisā’ [4]: 34 dan 128, data sekunder yang digunakan seperti, ṣaḥīḥ Bukhārī, Lisān al-‘Arab, Hermeneutika dan Pengembangan Ulumul Qur’an, dan buku-buku yang mendukung serta relevan dianalisis menggunakan teori ma’nā cum maghzā Sahiron Syamsuddin. Pada penelitian ini ditemukan kesimpulan bahwa, (1) Ma’nā historis nusyūz dalam QS. an-Nisā’ ayat 34 dan 128 awalnya berarti kemaksiatan, ketidakpatuhan, atau ketidaktaatan yang kemudian berkembang maknanya menjadi disharmonisasi atau ketidakseimbangan. (2) Maghzā historis nusyūz menunjukkan bahwa ayat-ayat tersebut merupakan respons terhadap budaya patriarki masa itu dan sebagai bentuk upaya reformasi terhadap ketidakadilan gender dalam kekerasan domestik. (3) Maghzā dinamis nusyūz mencakup: Nusyūz sebagai bentuk ketidakseimbangan dalam relasi rumah tangga, bukan hanya pembangkangan sepihak. Tetapi nusyūz juga dapat dipahami sebagai mekanisme penyelesaian konflik dalam keluarga. Nusyūz di era modern sudah mengalami perkembangan, baik secara makna maupun bentuk, seperti pelanggaran norma kesopanan di media sosial. Peneilitian ini merekomendasikan perlunya kontekstualisasi dalam hukum Islam di Indonesia, termasuk pengakuan nusyūz dari pihak suami. Serta pentingnya peran pihak ketiga (bijak) dalam proses perdamaian kasus nusyūz.

Item Type: Skripsi
Subjects: Agama > Al Quran
Agama > Tafsir Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir
Depositing User: 126301212087 MUHAMMAD NAFISUL YAQIN
Date Deposited: 03 Nov 2026 06:48
Last Modified: 03 Nov 2026 06:48
URI: https://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/73318

Actions (login required)

View Item View Item