STUDI MA’ANIL HADIS TENTANG LARANGAN MARAH DAN RELEVANSINYA DENGAN KONSEP ANGER MANAGEMENT

RIKANA NUR LAILATUL RAMADHANI, 1860312222015 and ALI ABDUR ROHMAN, 198706302019031012 (2026) STUDI MA’ANIL HADIS TENTANG LARANGAN MARAH DAN RELEVANSINYA DENGAN KONSEP ANGER MANAGEMENT. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (566kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (456kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (617kB)
[img] Text
BAB I .pdf

Download (614kB)
[img] Text
BAB II .pdf
Restricted to Registered users only

Download (611kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (189kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (338kB)
[img] Text
LAMPIRAN .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (289kB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Studi Ma’anil Hadis Tentang Larangan Marah dan Relevansinya Dengan Konsep Anger Management” yang ditulis oleh Rikana Nur Lailatul Ramadhani NIM 1860312222015. Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Program Studi Ilmu Hadis, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Ali Abdurrahman M.Ag. Kata kunci: Hadis lâ taghdab, ma'anil hadis, Yusuf al-Qaradhawi, anger management, pengendalian emosi Hadis lâ taghdab (jangan marah) kerap dipahami sebagai larangan mutlak terhadap emosi marah, padahal marah merupakan fitrah manusia, sehingga diperlukan kajian mendalam untuk memahami maknanya secara kontekstual dan relevansinya dengan konsep anger management dalam psikologi modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research), meliputi takhrij hadis, i'tibar sanad, penilaian jarh wa ta'dil, dan analisis ma'anil hadis berdasarkan delapan asas pemahaman Yusuf al-Qaradhawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis lâ taghdab diriwayatkan dalam Ṣaḥîḥ al-Bukhârî, Sunan al-Tirmiżî, dan Musnad Ahmad; jalur Abu Hurairah berkualitas ṣaḥîḥ, satu jalur lainnya ḍa'îf namun dikuatkan melalui i'tibar sehingga hadis dapat diterima sebagai hujjah (ṣaḥîḥ li-ghayrihi). Melalui delapan asas Yusuf al-Qaradhawi, hadis ini bukan larangan mutlak terhadap marah, melainkan perintah mengendalikan amarah agar tidak merusak akal dan perilaku, sebagaimana ditegaskan oleh Ibn Hajar al-'Asqalânî dan Imam al-Nawawi. Adapun titik temu hadis lâ taghdab dengan anger management terletak pada kesesuaian antara tuntunan Nabi SAW diam, berwudhu, membaca ta'awwudz, dan mengubah posisi tubuh dengan teknik cognitive restructuring, physiological regulation, dan emotional awareness, sehingga Islam melalui hadis ini telah lebih dahulu meletakkan fondasi pengelolaan emosi yang sejalan dengan temuan psikologi modern.

Item Type: Skripsi
Subjects: Agama > Al Hadist
Bimbingan dan Konseling Islam > Perilaku
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Hadits
Depositing User: 1860312222015 RIKANA NUR LAILATUL RAMADHANI
Date Deposited: 20 Jul 2026 07:21
Last Modified: 20 Jul 2026 07:21
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/62826

Actions (login required)

View Item View Item