MAKNA KEMANDIRIAN BAGI PENYANDANG TUNADAKSA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI (Studi Kasus Pada Dewasa Awal di Percatu Tulungagung)

NADYA AJENG RETNO KAWEDAR, 126306212069 and MUHAMMAD SHOLIHUDDIN ZUHDI, 198806142023211023 (2025) MAKNA KEMANDIRIAN BAGI PENYANDANG TUNADAKSA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI (Studi Kasus Pada Dewasa Awal di Percatu Tulungagung). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (466kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (263kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (269kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (349kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (361kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (323kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (371kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (306kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (209kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (237kB)
[img] Text
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Makna Kemandirian Bagi Penyandang Tunadaksa dalam Kehidupan Sehari-hari (Studi kasus pada dewasa awal di Percatu Tulungagung)”, ini ditulis oleh Nadya Ajeng Retno Kawedar, NIM. 126306212069. Dengan pembimbing Dr. Muhammad Sholihuddin Zuhdi, S.Sos.I., M.Pd. Kata kunci: Kemandirian, Tunadaksa, Studi Kasus, Kehidupan Sehari-hari, Disabilitas Penyandang tunadaksa menghadapi tantangan fisik dan sosial yang berdampak pada pencapaian kemandirian. Namun, makna kemandirian bagi mereka belum banyak diteliti secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah dua orang dewasa awal penyandang tunadaksa anggota Komunitas Percatu Tulungagung. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Makna kemandirian bagi penyandang tunadaksa mencakup kemampuan mandiri dalam aspek emosional, intelektual, sosial, dan ekonomi. Kemandirian dipandang sebagai simbol keberdayaan dan harga diri. Dukungan keluarga dan lingkungan menjadi faktor pendukung utama. Kemandirian merupakan proses bertahap yang melibatkan perjuangan menghadapi stigma sosial dan membangun kehidupan bermakna. Partisipasi dalam komunitas turut memperkuat proses kemandirian.

Item Type: Skripsi
Subjects: Bimbingan dan Konseling Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Bimbingan Penyuluhan Islam
Depositing User: 126306212069 NADYA AJENG RETNO KAWEDAR
Date Deposited: 06 Feb 2026 03:07
Last Modified: 06 Feb 2026 03:07
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/66438

Actions (login required)

View Item View Item