MANAJEMEN LAYANAN PENDIDIKAN INKLUSI DALAM PENINGKATAN DAYA SAING SEKOLAH (Studi Multikasus di SD Muhammadiyah 1, SDI Al Azhaar, dan MI Modern SAKTI Permatahati Ibu Tulungagung)

JANUARIANI, 1890501220001 (2026) MANAJEMEN LAYANAN PENDIDIKAN INKLUSI DALAM PENINGKATAN DAYA SAING SEKOLAH (Studi Multikasus di SD Muhammadiyah 1, SDI Al Azhaar, dan MI Modern SAKTI Permatahati Ibu Tulungagung). [ Disertasi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (689kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (294kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (175kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (227kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (858kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (304kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (495kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (310kB)
[img] Text
DAFTAR RUJUKAN.pdf

Download (257kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Disertasi dengan judul “Manajemen Layanan Pendidikan Inklusi dalam Peningkatan Daya Saing Sekolah” ini ditulis oleh Januariani dengan promotor Prof. Dr. Ahmad Tanzeh, M.Pd.I. dan Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag. Kata Kunci: Manajemen Layanan, Pendidikan Inklusi, Daya Saing Sekolah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan dan perubahan zaman yang semakin kompleks. Perubahan ini perlu diantisipasi agar lembaga pendidikan dapat terus eksis dan berkembang. Langkah strategis yang dapat ditempuh oleh lembaga pendidikan agar tetap eksis diantaranya adalah dengan menyediakan layanan khusus kepada pelanggannya. Layanan khusus ini sebaiknya bersifat unik dan berbeda dari lembaga pendidikan lainnya sehingga mampu menjadi poin plus yang dapat meningkatkan daya saing lembaga tersebut. Salah satu layanan yang diberikan lembaga pendidikan adalah layanan pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi memberikan kesempatan kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk memperoleh pendidikan dalam waktu, lokasi, dan kondisi yang sama dengan siswa reguler. Fokus penelitian ini adalah manajemen layanan pendidikan inklusi yang dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing sekolah. bahasan mengenai manajemen layanan pendidikan inklusi dalam penelitian ini meliputi analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam peningkatan daya saing sekolah. Peneltian ini bertujuan untuk menganalisis temuan dan membangun proposisi tentang analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi layanan pendidikan inklusi dalam peningkatan daya saing sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif agar dapat memberikan pemahaman mendalam pada fokus penelitian. Penelitian ini juga menggunakan jenis penelitian studi kasus sehingga mampu mengungkapkan kasus sesuai dengan realitas tanpa ada pengurangan maupun penambahan unsur-unsur dari kasus tersebut. Penelitian ini cenderung pada penelitian kasus intrinsik yang meliputi karakteristik, sifat, masalah personel, serta segala aspek yang menjadi ruang lingkup kasus tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Analisis kebutuhan layanan pendidikan inklusi dilakukan dengan a) identifikasi pendaftar untuk mengetahui adanya siswa yang berkebutuhan khusus, b) pengadaan guru inklusi, dan c) inventarisasi fasilitas sekolah pendukung penyelenggaraan layanan; (2) Perencanaan layanan pendidikan inklusi dibagi menjadi tiga, yaitu perencanaan layanan bagi siswa, guru, dan orangtua. Perencanaan layanan bagi siswa dilakukan dengan melakukan asesmen terhadap siswa yang teridentifikasi memiliki kekhususan. Hasil asesmen dituangkan dalam bentuk profil siswa ABK yang menjadi dasar dalam penyusunan Program Pembelajaran Individu (PPI) dan perencanaan penyediaan fasilitas sekolah. Perencanaan layanan bagi guru dilakukan dengan merencanakan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan katerampilan guru dalam menyelenggarakan layanan pendidikan inklusi. Sementara itu perencanaan layanan bagi orangtua siswa ABK dilakukan dengan merencanakan kegiatan parenting; (3) Pelaksanaan layanan pendidikan inklusi dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu pelaksanaan layanan bagi siswa ABK, guru inklusi, dan orangtua siswa ABK. Pelaksanaan layanan pendidikan inklusi bagi siswa ABK dilakukan dengan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sesuai Program Pembelajaran Individual (PPI) yang memuat akomodasi kurikulum di kelas inklusi dengan didampingi oleh Guru Pendamping Khusus (GPK). Selain KBM, layanan pendidikan inklusi juga dilaksanakan dalam program unggulan sekolah, kegiatan pembiasaan, kegiatan inovasi, kegiatan terapi, dan layanan kesehatan. Adapun pelaksanaan layanan pendidikan inklusi bagi guru adalah melaksanakan pelatihan bagi guru-guru inklusi. Sementara itu, pelaksanaan layanan pendidikan inklusi bagi orangtua siswa ABK dilakukan melalui kegiatan parenting secara berkala; (4) Evaluasi layanan pendidikan inklusi dilakukan melalui dua cara, yaitu evaluasi internal dan eksternal. Evaluasi internal dilaksanakan secara mandiri dipimpin Kepala Sekolah dan rutin seminggu sekali. Sedangkan evaluasi eksternal dilakukan secara berkala oleh instansi yang menaungi sekolah atau lembaga lain yang memiliki MoU dengan pihak sekolah. Hasil evaluasi menjadi dasar tindak lanjut terhadap program layanan pendidikan inklusi dan menjadi bahan perencanaan kembali. Tahapan manajemen layanan pendidikan inklusi ini memerlukan inovasi sehingga terjadi perbaikan layanan dari waktu ke waktu. Layanan pendidikan inklusi yang semakin baik akan berimplikasi pada prestasi siswa berkebutuhan khusus. Apabila prestasi siswa ABK ini dipublikasikan maka akan meningkatkan daya saing sekolah.

Item Type: Disertasi
Subjects: Pendidikan Islam > Madrasah ibtidaiyah
Pendidikan
Pendidikan Islam
Divisions: Kategori Pustaka > Agama > Non Muslim
Depositing User: 1890501220001 JANUARIANI
Date Deposited: 26 Feb 2026 06:24
Last Modified: 26 Feb 2026 06:24
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/66681

Actions (login required)

View Item View Item