NIKEN OKTA MELIANA, 12307193052 and NURUL BAITI ROHMAH, 199002272019032022 (2025) TRADISI NAPAK TILAS PADA HAUL EYANG DJOEGO di DESA JUGO KECAMATAN KESAMBEN KABUPATEN BLITAR 1872-2004. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (536kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (340kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (438kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (570kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (536kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (495kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (391kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Tradisi merupakan salah satu warisan budaya yang menjadi identitas diri bagi setiap daerah. Salah satunya tradisi Napak Tilas Eyang Djoego yang lahir di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Blitar 1872-2004. Penelitian ini membahas ciri khas tertentu pada pelaksanaan tradisi Napak Tilas yang dilaksanakan pada peringatan Haul Eyang Djoego, beserta makna yang terkandung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pelaksanaan napak tilas, serta menguak makna yang terkandung dalam serangkaian prosesi napak tilas tersebut. Dengan menggunakan metode sejarah melalui tahapan pemilihan topik, heuristic, kritik sumber, interpretasi, dan terakhir historiografi. dengan menyajikan fakta-fakta sejarah dalam sebuah narasi yang utuh menggambarkan pelaksanaan tradisi napak tilas Eyang Djoego dan nilai-nilai yang terkandung didalam setiap prosesinya. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan tradisi Napak Tilas yang diselenggarakan pada Haul Eyang Djoego dipimpin oleh juru kunci padepokan Eyang Djoego, Ki Arif Yulianto Wijaksono diikuti para abdi ndalem padepokan beserta para peserta yang berasal dari berbagai kalangan umum. Dimulai dengan upacara dan Penyekaran Agung di padepokan yang berada di Jugo Kecamatan Kesamben, Blitar, dilanjutkan perjalanan dengan membawa arakan gunungan hasil bumi, dan diakhiri penyekaran agung di pesarean Eyang Djoego yang berada di lereng Gunung Kawi serta ditutup dengan do’a beserta perebutan gunungan yang telah diarak dan dioakan. Pada setiap prosesi terdapat makna yang tersirat, namun secara keseluruhan tradisi napak tilas memiliki beberapa nilai yang terkandung didalamnya, diantaranya: nilai estetika, nilai etika, nilai rohani, dan nilai agama. Kata Kunci: Eyang Djoego, Haul, Napak Tilas
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Sejarah Peradaban Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | 12307193052 NIKEN OKTA MELIANA |
| Date Deposited: | 17 Mar 2026 07:33 |
| Last Modified: | 17 Mar 2026 07:33 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/66853 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
