RIDZKI FADHILATUL FITRI, 126307212071 and NURUL BAITI ROHMAH, 199002272019032022 (2025) AKULTURASI NILAI ISLAM DAN JAWA PADA ARSITEKTUR MASJD KH. ABDURRAHMAN TEGALREJO, MAGETAN (1835-1875 M). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (625kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (275kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (132kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (243kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (287kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (327kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (86kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (767kB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini berkaitan dengan nilai-nilai Islam dan Jawa yang terwujud dalam arsitektur Masjid KH. Abdurrahman Tegalrejo, Magetan yang berdiri pada tahun 1835 M. Masjid yang didirikan oleh Kiai Abdurrahman ini menjadi salah satu bukti sejarah penting yang berada di wilayah Magetan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini pertama, bagaimana sejarah Masjid KH. Abdurrahman Tegalrejo. Kedua, bagaimana wujud akulturasi nilai Islam dan Jawa pada arsitektur Masjid KH. Abdurrahman Tegalrejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendekskripsikan sejarah Masjid KH. Abdurrahman Tegalrejo Magetan, serta mendefinisikan nilai-nilai Islam dan Jawa pada arsitektur masjid. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi beberapa tahapan yaitu, Heuristik, verifikasi, Interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masjid didirikan pada tahun 1835 M oleh KH. Abdurrahman, setelah kalah perang melawan penjajah Belanda beberapa pengikut Pangeran Diponegoro termasuk KH. Abdurrahman menyebar ke berbagai daerah untuk mendirikan masjid sebagai pusat dakwah dan perjuangan dan kemudian menjadi pusat kegiatan keagamaan sosial masyarakat. Penelitian ini juga mengidentifikasi akulturasi nilai Islam dan Jawa yang ada pada arsitektur masjid yakni bentuk atap tajug tingkat dua yang melambangkan nilai iman dan Islam serta dalam tradisi Jawa sebagai penanda hierarki kesakralan. Empat soko guru (tiang utama) dalam Islam melambangkan empat fondasi utama yakni, Al Qur’an, hadis, ijtima ulama, dan qiyas, sedangkan dalam tradisi Jawa melambangkan kekuatan dan kestabilan. Mimbar yang menjadi simbol otoritas keilmuan (ulama) Islam didesain dengan sentuhan ukiran Jawa. Serambi terletak dibagian depan melambangkan pentingnya silaturahmi dalam Islam dan dalam filosofi Jawa menggambarkan tentang kesederhanaan dan keterbukaan. Bedhug dan kenthongan sebagai alat penanda waktu salat yang diadopsi dari alat musik tradisi lokal, serta pawestren yang mengakomodasi hak beribadah perempuan sesuai syariat Islam dengan peletakan lantai yang lebih rendah dan adanya pembatas antara laki-laki dan perempuan, desainnya merefleksikan filosofi kesakralan menurut budaya Jawa. Unsur-unsur tersebut tidak hanya berfungsi secara struktural, tetapi juga mengandung makna simbolis yang merepresentasikan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Jawa. Kata kunci: Akulturasi, Arsitektur Masjid, Islam, Jawa, Magetan
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama > Budaya Sejarah Kebudayaan Islam Sejarah Peradaban Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | 126307212071 RIDZKI FADHILATUL FITRI |
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 02:35 |
| Last Modified: | 07 Apr 2026 02:35 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/66976 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
