NUR AFIFA, 126307202030 and HENDRA AFIYANTO, 198811112019031011 (2025) DAMPAK SOSIAL-EKONOMI STASIUN KERETA API MOJOKERTO TERHADAP MASYARAKAT MUSLIM PADA TAHUN 1920-1930. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (17kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (91kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (106kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (132kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (185kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (73kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (129kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK Skrispi ini mengkaji Dampak Sosial Ekonomi Dari Keberadaan Stasiun Kereta Api Mojokerto pada periode 1920–1930, khususnya dalam konteks operasional Modjokerto Stoomtram Maatshappij (MSM) sebagai pengelola jalur transportasi regional di masa kolonial. Fokus penelitian tertuju pada bagaimana pembangunan infrastruktur kereta api memengaruhi mobilitas penduduk, distribusi komoditas, pertumbuhan sektor perdagangan, serta transformasi sosial masyarakat Mojokerto. Tujuan penelitian untuk menganalisis peran MSM dalam mendorong perubahan sosial ekonomi masyarakat Mojokerto pada masa kolonial, dengan menelaah sejauh mana jalur trem dan stasiun kereta api mempengaruhi dinamika mobilitas, distribusi hasil bumi,pertumbuhan perdagangan, dan urbanisasi, serta bagaimana infrastruktur tersebut berkaitan dengan kepentingan ekonomi kolonial.Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, yang terdiri dari lima tahap, yaitu: pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Beberapa hasil temuan, antara lain: pertama pembangunan jalur kereta MSM secara signifikan meningkatkan konektivitas antara wilayah pedalaman agraris dan pusat kota, sehingga mempermudah mobilitas masyarakat dan mempercepat distribusi hasil bumi seperti padi, tebu, dan tembakau. Kedua, MSM memainkan peran penting dalam mendukung distribusi komoditas dari desa ke pusat kota Mojokerto dan Surabaya, serta menurunkan biaya logistik, memperluas akses pasar, dan mendorong tumbuhnya kesadaran ekonomi masyarakat lokal. Ketiga, keberadaan Stasiun Mojokerto berkontribusi pada pertumbuhan sektor perdagangan dan industri lokal melalui pembukaan jalur distribusi yang efisien, penciptaan lapangan kerja baru, urbanisasi, serta integrasi ekonomi antara desa dan kota. Pembangunan ini tidak lepas dari konteks kolonialisme, di mana jalur rel lebih menguntungkan kepentingan ekonomi Belanda. Jalur MSM dan stasiun kereta api tidak hanya membentuk transformasi fisik wilayah Mojokerto, tetapi juga menciptakan perubahan sosial dan ekonomi yang kompleks Kata kunci: Dampak Ekonomi sosial, Kereta Api Mojokerto, Modjokerto Stoomtram Maatschappij, Transportasi Kolonial
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Sejarah Peradaban Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | 126307202030 NUR AFIFA |
| Date Deposited: | 15 Apr 2026 02:17 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 02:17 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/67088 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
