AYUNI NIHAYATUL FAHRIANA, 126302212036 and AKHOL FIRDAUS, 2027047804 (2025) MENUJU INSTITUSI KEAGAMAAN YANG INKLUSIF (Transformasi KUA dalam Perspektif Konsep Ruang Publik Jurgen Habermas). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (348kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (235kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (408kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (347kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (311kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (271kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (243kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (761kB) |
Abstract
Skripsi dengan judul “Menuju Institusi Keagamaan Yang Inklusif: Transformasi KUA Dalam Perspektif Konsep Ruang Publik Jurgen Habermas” ini ditulis oleh Ayuni Nihayatul Fahriana, NIM 126302212036, dengan pembimbing Bapak Dr. Akhol Firdaus, M.Pd. Penelitian ini berangkat dari urgensi transformasi Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai lembaga pelayanan publik keagamaan di tengah realitas pluralitas agama di Indonesia. Selama ini, KUA lebih dikenal sebagai institusi yang melayani administrasi keagamaan umat Islam, khususnya dalam pencatatan pernikahan. Namun, perkembangan sosial dan regulasi terbaru menuntut KUA untuk berperan lebih inklusif dan mampu melayani seluruh umat beragama secara adil dan setara. Kondisi ini menjadi penting mengingat data di Kabupaten Tulungagung menunjukkan keberadaan komunitas agama minoritas seperti Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan penghayat kepercayaan di hampir seluruh kecamatan, meskipun Islam tetap menjadi mayoritas. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana transformasi dan peran KUA dalam membangun komunikasi yang inklusif di tengah keberagaman agama, dan (2) bagaimana relevansi teori tindakan komunikatif Jürgen Habermas dalam menganalisis transformasi KUA menuju institusi yang inklusif dan berkeadilan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan proses dan tantangan transformasi KUA serta menganalisis relevansi teori tindakan komunikatif dalam konteks tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Kabupaten Tulungagung, khususnya Kecamatan Besuki. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi dinamika, tantangan, dan harapan masyarakat lintas agama terhadap pelayanan KUA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pluralitas agama di Tulungagung menuntut pelayanan publik yang inklusif dan responsif. Namun, praktik di lapangan masih didominasi oleh pelayanan untuk umat Islam, dengan keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur, serta resistensi sosial dan kultural terhadap perubahan fungsi KUA. Komunikasi yang dibangun belum sepenuhnya inklusif, sehingga kelompok minoritas agama belum mendapatkan akses layanan yang setara. Transformasi KUA yang berlandaskan pada prinsip tindakan komunikatif Habermas dipandang relevan untuk memperkuat ruang dialog, keadilan, dan penghormatan hak asasi manusia. Reformasi kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM lintas agama, serta penguatan komunikasi partisipatif menjadi kunci mewujudkan pelayanan publik keagamaan yang adil dan berkeadilan di masyarakat multikultural. Kata Kunci: KUA, Inklusivitas, Pelayanan Keagamaan, Ruang Publik, Tindakan Komunikatif, Habermas
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Agama Layanan Publik |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Filsafat Agama |
| Depositing User: | 126302212036 AYUNI NIHAYATUL FAHRIANA |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 02:19 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 02:19 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/67277 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
