YUSTIKA HILDAYANA, 1860103223278 and ABDUL KHAIR WATTIMENA, 1978080420221101 (2026) PENERAPAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN TERHADAP PENGEMUDI BUS UMUM DI TULUNGAGUNG YANG MEMBAHAYAKAN NYAWA ORANG LAIN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (931kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (736kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (591kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (618kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (589kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (254kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (390kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (508kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (345kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (356kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Skripsi dengan judul “Penerapan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap Pengemudi Bus Umum di Tulungagung yang Membahayakan Nyawa Orang Lain dalam Perspektif Hukum Islam” ini ditulis oleh Yustika Hildayana, NIM 1860103223278, Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan pembimbing, Dr. Abd. Khoir Wattimenna, M. H. Kata Kunci: Penegakan Hukum, UU No. 22 Tahun 2009, Pengemudi Bus, Keselamatan Jiwa, Hukum Islam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengemudi bus umum di Kabupaten Tulungagung yang membahayakan keselamatan dan jiwa pengguna jalan menunjukkan adanya persoalan serius dalam efektivitas penegakan hukum lalu lintas, fenomena ini mencerminkan belum optimalnya penerapan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta masih rendahnya kesadaran hukum dan disiplin sebagian pengemudi angkutan bus umum. Selain itu, sebagai mayoritas penduduk beragama Islam, persoalan ini juga relevan untuk dikaji dalam perspektif hukum Islam, khususnya terkait prinsip Hifz al-Nafs (menjaga jiwa) sebagai bagian dari Maqashid Syariah (tujuan syariat). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis upaya Satlantas Polres Tulungagung dalam menegakkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap pengemudi bus umum yang membahayakan nyawa orang lain; dan (2) menganalisis pandangan perspektif hukum islam terhadap tindak pidana pengemudi bus umum di Tulungagung yang membahayakan keselamatan jiwa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus intrinsik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen, dengan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan (1) bahwa penegakan hukum telah dilakukan melalui langkah upaya preventif (pencegahan) dan represif (penindakan) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, namun masih menghadapi kendala berupa rendahnya kesadaran hukum pengemudi, faktor budaya kerja, keterbatasan pengawasan, serta terkait time table (jadwal keberangkatan) angkutan bus umum. (2) Dalam perspektif hukum Islam, tindakan yang membahayakan jiwa bertentangan dengan prinsip Siyasah Syar’iyyah (kebijakan yang sesuai syariat) yaitu Hifz al-Nafs (perlindungan jiwa) dan dapat dikenai Taz’ir (sanksi edukatif).
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Hukum > Hukum Tata Negara |
| Divisions: | Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Tata Negara |
| Depositing User: | 1860103223278 YUSTIKA HILDAYANA |
| Date Deposited: | 26 May 2026 05:24 |
| Last Modified: | 26 May 2026 05:24 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/67968 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
