RIZKI ADI SAPUTRA, 1860102221081 and ASMAWI, 197509032003121004 (2026) TRADISI PERJODOHAN OLEH KYAI DI PONDOK PESANTREN MENURUT HAM DAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus Pondok Pesantren Abul Faidl Wonodadi). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (378kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (286kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (319kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (451kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (276kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (340kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (384kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (208kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (636kB) |
Abstract
Rizki Adi Saputra, 1860102221081, Tradisi Perjodohan oleh Kyai di Pondok Pesantren menurut HAM dan Hukum Islam (Studi Kasus Pondok Pesantren Abul Faidl Wonodad), Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2026, Pembimbing Prof. Dr. H. Asmawi, M. Ag. KataKunci: perjodohan, kyai, pesantren, hak asasi manusia, hukum Islam. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan nilai-nilai religius santri. Selain berfungsi sebagai pusat transmisi ilmu keislaman, pesantren juga menjadi ruang pelestarian tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah praktik perjodohan oleh kyai. Tradisi ini mencerminkan peran sentral kyai sebagai figur otoritatif yang tidak hanya membimbing aspek keilmuan, tetapi juga kehidupan sosial santri, termasuk dalam menentukan pasangan hidup. Namun, di tengah perkembangan modern, praktik tersebut menimbulkan diskursus, terutama terkait kesesuaiannya dengan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dan ketentuan hukum Islam yang menekankan kebebasan serta persetujuan dalam perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik perjodohan oleh kyai di Pondok Pesantren Abul Faidl Wonodadi, menilai kesesuaiannya dengan prinsipprinsip HAM, serta mengkaji kedudukannya dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif dan jenis penelitian deskriptif-analitis melalui desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan melibatkan kyai, santri, alumni, serta pihak keluarga sebagai informan. Analisis data dilakukan secara kontekstual dengan mempertimbangkan dimensi sosial, kultural, dan religius yang melingkupi praktik perjodohan di pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perjodohan oleh kyai di Pondok Pesantren Abul Faidl Wonodadi merupakan tradisi kultural yang berlandaskan relasi kepercayaan antara kyai, santri, dan keluarga. Proses perjodohan dilakukan secara bertahap melalui pengamatan, komunikasi dengan keluarga, ta’aruf, dan musyawarah, dengan kyai berperan sebagai mediator dan pemberi pertimbangan, bukan sebagai penentu keputusan mutlak. Dalam perspektif HAM, praktik ini secara normatif tidak bertentangan karena tetap menjamin hak untuk menikah, memberikan ruang persetujuan dan penolakan, serta tidak mengandung unsur diskriminasi. Namun, secara sosiologis terdapat potensi tekanan psikologis akibat relasi otoritas antara kyai dan santri yang dapat memengaruhi kebebasan dalam mengambil keputusan. Sementara itu, dalam perspektif hukum Islam, praktik perjodohan diperbolehkan sebagai bagian dari ‘urf selama memenuhi syarat sah pernikahan, yaitu adanya persetujuan (ridha), tidak adanya paksaan (ikrah), serta mempertimbangkan kemaslahatan dan prinsip kafa’ah dalam memilih pasangan. xxiv Dengan demikian, tradisi perjodohan oleh kyai di pesantren dapat dipandang selaras dengan prinsip HAM dan hukum Islam sepanjang dilaksanakan dengan menjunjung tinggi kebebasan, persetujuan, dan kemaslahatan kedua calon mempelai. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian hukum Islam dan HAM, serta menjadi rujukan dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi pesantren dan penghormatan terhadap hak-hak individu.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | 1860102221081 RIZKI ADI SAPUTRA |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 07:41 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 07:41 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68088 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
