ANALISIS PERBEDAAN WORK ENGAGEMENT DITINJAU DARI BUDAYA ORGANISASI PADA ANGGOTA UNIT KEGIATAN MAHASISWA

MUHAMAD KHOIRUL HUDA, 1860308222112 and FEMITA ADELINA, 199402262023211001 (2026) ANALISIS PERBEDAAN WORK ENGAGEMENT DITINJAU DARI BUDAYA ORGANISASI PADA ANGGOTA UNIT KEGIATAN MAHASISWA. [ Skripsi ]

[img] Text
Cover.pdf

Download (552kB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (311kB)
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (322kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (319kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (433kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (447kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (368kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (336kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (273kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (267kB)
[img] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya keterikatan anggota dalam organisasi mahasiswa yang ditandai dengan rendahnya partisipasi, kurangnya inovasi, serta maraknya perilaku withdrawal (menghilangnya anggota di tengah periode kepengurusan). Generasi Z sebagai anggota aktif memiliki karakteristik menghargai fleksibilitas, otonomi, dan tugas yang bermakna, sehingga diperlukan budaya organisasi yang sesuai untuk mempertahankan keterikatan anggota. Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui perbedaan work engagement anggota Unit Kegiatan Khusus (UKK) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) berdasarkan tipe budaya organisasi yang diterapkan, dan (2) mengidentifikasi tipe budaya organisasi yang memiliki work engagement lebih tinggi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan sampel 138 anggota aktif yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen menggunakan Competing Values Framework (Cameron & Quinn) dan skala work engagement (Schaufeli & Bakker). Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis karena data tidak berdistribusi normal dan tidak homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan work engagement yang signifikan antar tipe budaya organisasi (p = 0,015). Budaya Clan memiliki work engagement lebih tinggi dibandingkan budaya Adhokrasi (p = 0,010), serta menjadi tipe paling dominan (41% responden) dengan mean rank tertinggi (80,46). Kesimpulan penelitian ini adalah budaya Clan (kekeluargaan, partisipatif, suportif) memiliki work engagement lebih tinggi pada anggota organisasi mahasiswa karena mampu memenuhi kebutuhan psikologis akan keterhubungan sosial, dukungan, serta lingkungan yang kolaboratif dan inklusif. Penelitian selanjutnya disarankan menambah jumlah sampel dan menggabungkan metode kualitatif untuk mengeksplorasi lebih mendalam pengalaman anggota dalam berorganisasi.

Item Type: Skripsi
Subjects: Psikologi
Psikologi > Psikologi industri
Psikologi > Psikologi organisasi
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Psikologi Islam
Depositing User: 1860308222112 MUHAMAD KHOIRUL HUDA
Date Deposited: 29 Jun 2026 03:28
Last Modified: 29 Jun 2026 03:28
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68573

Actions (login required)

View Item View Item