MAULIDYA KHAIRRUNNISA, 126309213106 and FITRIA RISMANINGTYAS, 199004272023212031 (2025) WACANA CANTIK PERSPEKTIF AGAMA PADA MAHASISWA MUSLIMAH DI UIN SATU TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (507kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (124kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (356kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (231kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (195kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (148kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (205kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (825kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena berkembangnya wacana cantik pada mahasiswa muslimah di UIN SATU Tulungagung, di mana kecantikan tidak lagi sekadar penampilan fisik, melainkan hasil konstruksi sosial yang dipengaruhi lingkungan kampus dan nilai keagamaan. Dalam keseharian, mahasiswa muslimah berhadapan dengan standar kecantikan modern yang diproduksi melalui interaksi sosial dengan teman sebaya, serta institusi lembaga pendidikan, mahasiswa terdorong untuk menyesuaikan diri dengan standar kecantikan yang dianggap ideal. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui bagaimana wacana cantik dibentuk di lingkungan kampus UIN SATU Tulungagung (2) untuk mengetahui bagaimana nilai keagamaan Islam berinteraksi dengan standar kecantikan modern dalam bentuk tekanan sosial terhadap mahasiswa muslimah, dan (3) untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana mahasiswa muslimah menginterpretasikan konsep “cantik” dari perspektif agama di UIN SATU Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, untuk menggali pengalaman pribadi mahasiswa dalam menghadapi tekanan sosial terkait standar kecantikan, tekanan sosial, pemaknaan religius atas konsep “cantik”. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan informan. Validitas data diuji menggunakan triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa wacana cantik terbentuk dan dilegitimasi melalui dua faktor utama di lingkungan kampus, yaitu dorongan teman sebaya dan institusi lembaga pendidikan. Nilai keagamaan Islam berinteraksi dengan standar kecantikan modern secara ambivalen: di satu sisi mendorong kesopanan dan kesederhanaan, namun di sisi lain tidak sepenuhnya mampu menahan penetrasi budaya populer yang menuntut penampilan menarik. Mahasiswa muslimah kemudian menginterpretasikan kecantikan melalui dua cara: sebagai ibadah dengan menjaga diri sesuai ajaran agama, dan sebagai tuntutan sosial untuk tampil sesuai standar modern. Interaksi kedua faktor ini menciptakan tekanan simbolik yang membuat sebagian mahasiswa merasa harus menyesuaikan diri agar diterima dalam lingkungan sosial kampus.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | 126309213106 MAULIDYA KHAIRRUNNISA |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 04:50 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 04:50 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68776 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
