ANALISIS ADOPSI QRIS DALAM KOMPONEN LITERASI KEUANGAN PADA UMKM DI DESA PLOSOKANDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG

DEWI CANDRA WULAN, 1860310221007 and GALUH INDAH ZATADINI, 199010312023212031 (2026) ANALISIS ADOPSI QRIS DALAM KOMPONEN LITERASI KEUANGAN PADA UMKM DI DESA PLOSOKANDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER .pdf

Download (557kB)
[img] Text
ABSTRAK .pdf

Download (185kB)
[img] Text
DAFTAR ISI .pdf

Download (194kB)
[img] Text
BAB I .pdf

Download (181kB)
[img] Text
BAB II .pdf
Restricted to Registered users only

Download (278kB)
[img] Text
BAB III .pdf
Restricted to Registered users only

Download (185kB)
[img] Text
BAB IV .pdf
Restricted to Registered users only

Download (521kB)
[img] Text
BAB V .pdf
Restricted to Registered users only

Download (199kB)
[img] Text
BAB VI .pdf
Restricted to Registered users only

Download (158kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA .pdf

Download (213kB)
[img] Text
LAMPIRAN .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini berawal dari rendahnya literasi keuangan dan lambatnya adopsi pembayaran digital pada UMKM pedesaan. Pelaku UMKM di Desa Plosokandang Kabupaten Tulungagung masih banyak bergantung pada pencatatan manual dan transaksi tunai sehingga pengelolaan keuangan usaha kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis proses adopsi QRIS oleh pelaku UMKM, (2) mengkaji keterkaitan adopsi QRIS dengan komponen literasi keuangan (pengetahuan, sikap, dan perilaku), serta (3) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapan QRIS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi terhadap enam pelaku UMKM yang telah menggunakan QRIS. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, adopsi QRIS bersifat reaktif karena dorongan permintaan pelanggan dengan intensitas penggunaan hanya 20-40% dari total transaksi dan masih terbatas pada fitur dasar Merchant Presented Mode. Kedua, adopsi QRIS meningkatkan literasi keuangan secara parsial, terutama pada pemantauan arus kas, kepercayaan terhadap transaksi digital, dan pemisahan keuangan usaha-pribadi. Ketiga, ditemukan pola hybrid literacy yaitu perpaduan pencatatan manual dan digital yang berjalan paralel. Berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM), Perceived Ease of Use dan Perceived Usefulness menjadi faktor pendorong utama, meskipun terkendala infrastruktur internet tidak stabil, minimnya sosialisasi, dan resistensi pelanggan.

Item Type: Skripsi
Subjects: Ilmu Perpustakaan
Ilmu Perpustakaan > Perpustakaan Umum
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam
Depositing User: 1860310221007 DEWI CANDRA WULAN
Date Deposited: 06 Jul 2026 01:40
Last Modified: 06 Jul 2026 01:40
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68956

Actions (login required)

View Item View Item