ANALISIS PRAKTIK JUAL BELI BERAS DI DESA DARUNGAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH

AHMAD IZZA SYAHRU FIRMANSYAH, 1860101221067 and NINA INDAH FEBRIANA, 199002232019032016 (2026) ANALISIS PRAKTIK JUAL BELI BERAS DI DESA DARUNGAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (926kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (373kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (298kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (291kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (605kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (263kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (352kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (435kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (217kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (237kB)
[img] Text
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

AHMAD IZZA SYAHRU FIRMANSYAH, NIM 1860101221067, Analisis Praktik Jual Beli Beras di Desa Darungan Ditinjau dari Perspektif Fiqh Muamalah, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2026, Pembimbing Nina Indah Febriana, M. Sy. Kata Kunci: Jual Beli Beras, Fiqh Muamalah, Gharar, Ghisy, Tadlis Praktik jual beli beras merupakan salah satu bentuk muamalah yang banyak dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Dalam pelaksanaannya, Islam mensyaratkan adanya kejelasan objek akad serta keterbukaan informasi agar transaksi terhindar dari unsur gharar, ghisy, dan tadlis. Namun, di Desa Darungan ditemukan praktik pencampuran beras dengan kualitas yang berbeda tanpa adanya pemberitahuan secara terbuka kepada pembeli. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip-prinsip fiqh muamalah. Penelitian ini menguraikan dua permasalahan pokok, yaitu: (1) bagaimana praktik jual beli beras yang dilakukan oleh pelaku usaha di Desa Darungan, dan (2) bagaimana praktik tersebut ditinjau dari perspektif fiqh muamalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mekanisme mengetahui praktik penjualan beli beras di Desa Darungan sekaligus menganalisisnya berdasarkan prinsip-prinsip fiqh muamalah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha serta pembeli beras di Desa Darungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli beras di Desa Darungan dilakukan melalui dua pola usaha yang berbeda. Usaha pertama dijalankan oleh pelaku usaha yang memiliki penggilingan padi sendiri, sehingga beras yang dijual berasal dari hasil penggilingan gabah petani maupun beras yang dibeli dari masyarakat. Dalam praktiknya, beras yang kualitasnya kurang baik terkadang dicampur dengan beras yang lebih baik atau dipoles terlebih dahulu sebelum dijual. Sementara itu, usaha kedua dilakukan oleh penjual yang hanya menjual beras dari pemasok tanpa melakukan pengolahan tambahan. Ditinjau dari perspektif fiqh muamalah, praktik jual beli beras tersebut pada dasarnya telah memenuhi rukun dan syarat jual beli, namun pada salah satu usaha masih ditemukan kurangnya keterbukaan informasi mengenai proses pencampuran atau perbaikan kualitas beras kepada pembeli. Kondisi ini berpotensi menimbulkan unsur gharar, ghisy, dan tadlis karena pembeli tidak memperoleh informasi yang utuh mengenai kualitas beras yang dibelinya.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Ekonomi Islam
Hukum > Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: 1860101221067 AHMAD IZZA SYAHRU FIRMANSYAH
Date Deposited: 10 Jul 2026 06:20
Last Modified: 10 Jul 2026 06:20
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69319

Actions (login required)

View Item View Item