SIMBOLISME DAN HABITUASI HAJI (Studi Kasus Jemaah Haji di Blitar Tahun 2023-2025)

ZULFHA RAHMA MU’JIZAH, 1860311221021 and BOBBY RACHMAN SANTOSO, 199205032023211028 (2026) SIMBOLISME DAN HABITUASI HAJI (Studi Kasus Jemaah Haji di Blitar Tahun 2023-2025). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (625kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (365kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (253kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (261kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (638kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (433kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (427kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (46kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (121kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (138kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (669kB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Simbolisme dan Habituasi Haji: Studi Kasus Jamaah Haji di Blitar Tahun 2023–2025” ini ditulis oleh Zulfha Rahma Mu’jizah dengan pembimbing Dr. Bobby Rachman Santoso, M.Si. Kata Kunci: Simbolisme Haji, Habituasi Haji, Jamaah Haji, Theory of Planned Behavior, Blitar Ibadah haji tidak hanya dipahami sebagai kewajiban keagamaan yang memiliki dimensi spiritual, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang memengaruhi perilaku, identitas, dan relasi sosial seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Status haji sering kali diikuti oleh perubahan perilaku, peningkatan penghormatan sosial, serta munculnya simbol-simbol tertentu yang melekat pada individu setelah menunaikan ibadah haji. Namun, penelitian mengenai simbolisme dan habituasi haji masih cenderung berfokus pada aspek ritual, spiritual, atau status sosial secara terpisah, sehingga hubungan antara simbolisme haji dan proses habituasi perilaku jamaah dalam kehidupan sehari-hari belum banyak dikaji secara mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami proses terbentuknya habituasi jamaah haji serta menganalisis simbolisme dan praktik sosial yang muncul pasca-pelaksanaan ibadah haji pada masyarakat Blitar. Penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behavior yang dikembangkan oleh Icek Ajzen untuk menjelaskan proses terbentuknya perilaku dan habituasi jamaah haji. Fokus penelitian ini meliputi: (1) bagaimana proses terbentuknya habituasi jamaah haji dalam kehidupan sosial masyarakat Blitar, dan (2) bagaimana simbolisme dan praktik sosial pasca-haji dimaknai serta dijalankan oleh jamaah haji dalam kehidupan sehari-hari. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar dengan melibatkan jamaah haji yang melaksanakan ibadah haji pada rentang tahun 2023–2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi untuk memastikan kredibilitas hasil penelitian. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa habituasi jamaah haji terbentuk melalui proses internalisasi nilai-nilai haji yang berlangsung sejak pra-keberangkatan, selama pelaksanaan ibadah haji, hingga pasca-kepulangan ke lingkungan sosial masing-masing. Pada masyarakat perkotaan, habituasi lebih banyak dibentuk oleh kesadaran personal, refleksi individu, dan kemampuan mengontrol perilaku berdasarkan nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji. Sebaliknya, pada masyarakat perdesaan, habituasi lebih banyak diperkuat oleh norma sosial, budaya kolektif, serta ekspektasi masyarakat terhadap status haji. Selain itu, simbolisme haji tampak melalui penggunaan gelar, tradisi penyambutan jamaah haji, peningkatan keterlibatan dalam kegiatan sosial-keagamaan, serta munculnya ekspektasi moral yang lebih tinggi dari masyarakat terhadap individu yang telah berhaji. Intensitas simbolisme tersebut cenderung lebih kuat pada masyarakat perdesaan dibandingkan masyarakat perkotaan. Kesimpulan;: Penelitian ini menyimpulkan bahwa simbolisme dan habituasi haji merupakan dua fenomena yang saling berkaitan dalam kehidupan sosial masyarakat. Pengalaman spiritual selama pelaksanaan ibadah haji mendorong terbentuknya perubahan perilaku, sementara lingkungan sosial turut memengaruhi cara jamaah memaknai, menampilkan, dan mempertahankan identitas kehajiannya dalam kehidupan sehari-hari.

Item Type: Skripsi
Subjects: Agama > Haji
Manajemen Dakwah
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Manajemen Dakwah
Depositing User: 1860311221021 ZULFHA RAHMA MU'JIZAH
Date Deposited: 16 Jul 2026 07:04
Last Modified: 16 Jul 2026 07:04
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69567

Actions (login required)

View Item View Item