KOMUNIKASI RITUAL PADA TRADISI NYADRAN RUWAH DI DESA BALONGDOWO, CANDI KABUPATEN SIDOARJO

WICA NIX ELEN, 126304212074 and AMRULLAH ALI MOEBIN, 198806042019031013 (2025) KOMUNIKASI RITUAL PADA TRADISI NYADRAN RUWAH DI DESA BALONGDOWO, CANDI KABUPATEN SIDOARJO. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (234kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (220kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (330kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (389kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (283kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (433kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (273kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (178kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (240kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (983kB)

Abstract

Kata Kunci: Komunikasi Ritual, Tradisi Nyadran Ruwah, Simbolisme, Identitas Budaya, Desa Balongdowo. Penelitian ini mengkaji secara komprehensif komunikasi ritual dalam tradisi Nyadran Ruwah di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, sebuah warisan budaya Jawa yang krusial bagi masyarakat nelayan kupang sebagai ekspresi penghormatan leluhur, rasa syukur atas rezeki, dan permohonan keselamatan di tengah tantangan modernisasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif Etnografi, penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk komunikasi ritual (verbal dan non-verbal), mengeksplorasi makna simbolis elemen-elemen ritual (doa, sesaji, tumpeng, ayam, besek, makam Dewi Sekardadu), serta mengkaji peran aktif masyarakat dalam pelaksanaannya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Sekretaris Desa, Ketua Nelayan, Ketua Karang Taruna, dan masyarakat, dilengkapi dengan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi ritual berlangsung melalui interaksi verbal yang khidmat (doa, musyawarah) dan non-verbal yang kaya simbol (prosesi ziarah, larung ayam, penyajian tumpeng di besek), di mana setiap elemen sarat makna filosofis dan spiritual. Partisipasi aktif masyarakat dari berbagai generasi, termasuk adaptasi dengan hiburan modern, secara signifikan memperkuat solidaritas sosial dan mengukuhkan identitas komunitas, membuktikan bahwa tradisi ini berfungsi vital sebagai media edukasi budaya dan pengikat kohesi sosial yang dinamis.

Item Type: Skripsi
Subjects: Komunikasi Islam
Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Komunikasi Penyiaran Islam
Depositing User: 126304212074 WICA NIX ELEN
Date Deposited: 16 Jul 2026 03:51
Last Modified: 16 Jul 2026 03:51
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69579

Actions (login required)

View Item View Item