MODERNITAS DI PESANTREN SALAF (Studi Kasus Pondok Pesantren Lirboyo Cabang Santren, Kota Blitar)

DINDA MUHAMAD HASHIIF, 1860309221002 and TAUFIQURROHIM, 198911052023211014 (2026) MODERNITAS DI PESANTREN SALAF (Studi Kasus Pondok Pesantren Lirboyo Cabang Santren, Kota Blitar). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (568kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (151kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (119kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (203kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (292kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (168kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (159kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (91kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (137kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman yang kian dinamis, lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren salaf dihadapkan pada tantangan modernitas. Gelombang modernisasi yang membawa disrupsi teknologi, integrasi kurikulum sekuler, dan perubahan orientasi pasar seringkali membuat pesantren salaf terpinggirkan karena dicap tidak relevan dengan kebutuhan industri. Ditambah tekanan struktural dan desakan regulasi pemerintah untuk melakukan standarisasi menjadi modern, pesantren salaf dituntut untuk mampu merefleksikan posisinya supaya tidak tergerus oleh arus modernitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons Pondok Pesantren Lirboyo Cabang Santren Kota Blitar terhadap arus modernitas serta mengidentifikasi strategi lembaga dalam mempertahankan ciri khas salafnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui teknik observasi di lapangan, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengujian keabsahan data melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Lirboyo Cabang Santren merespons modernitas melalui tiga mekansime yang saling terhubung sebagaimana dikonseptualisasikan dalam teori Giddens. Pertama, pemisahan ruang dan waktu (time-space separation) dimanfaatkan secara terbatas melalui live streaming Youtube dan TikTok untuk keperluan dakwah, sementara proses pembelajaran inti tetap mensyaratkan kehadiran fisik. Kedua, disembedding terjadi secara terkendali melalui penggunaan sistem pakar oleh pengurus untuk administrasi dan dakwah, sedangkan santri tetap dibatasi dari akses teknologi demi menjaga orientasi belajar yang personal. Ketiga, refleksivitas institusional menjadi mekanisme utama penyaringan: setiap tekanan dari modernitas ditanggapi melalui pertimbangan rasional berdasarkan prinsip “mempertahankan hal-hal lama yang masih baik dan mengambil hal-hal baru yang memang dibutuhkan.” Melalui kapasitas pengawasan yang terpusat pada Kyai dan pengurus, pesantren mempertahankan pola nilai serta memberikan keamanan ontologis bagi santri. Hasilnya, Pondok Pesantren Lirboyo Cababng Santren bukan sekedar mempertahankan tradisi secara defensif, melainkan menunjukkan strategi adaptasi yang reflektif dan terencana dalam menghadapi arus modernitas.

Item Type: Skripsi
Subjects: Agama
Jurnal > E-Journal
Jurnal
Pendidikan Islam > Pondok pesantren
Sosiologi Agama
Sosiologi Agama > Tradisi
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama
Depositing User: 1860309221002 DINDA MUHAMAD HASHIIF
Date Deposited: 20 Aug 2026 07:02
Last Modified: 20 Aug 2026 07:02
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69609

Actions (login required)

View Item View Item