KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI POTENSI BENCANA KAWASAN PESISIR DI PANTAI TAMBAKREJO KABUPATEN BLITAR

ELLA PUTRI PERMATASARI, 126209201032 and HENDRA PRATAMA, 198508142023211013 (2025) KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI POTENSI BENCANA KAWASAN PESISIR DI PANTAI TAMBAKREJO KABUPATEN BLITAR. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (326kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (321kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (171kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (284kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (383kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (342kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (792kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (339kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (108kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (145kB)
[img] Text
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Potensi Bencana Kawasan Pesisir di Pantai Tambakrejo Kabupaten Blitar” ini ditulis oleh Ella Putri Permatasari, NIM 126209201032, Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Hendra Pratama, M.Pd Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Bencana, Mitigasi Bencana merupakan peristiwa yang dapat mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan berdampak pada psikologis. Kesiapsiagaan terhadap bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam mengantisipasi bencana. Kesiapsiagaan melibatkan langkah-langkah yang tepat dan efektif dalam menghadapi bencana. Tujuannya adalah untuk meminimalkan dampak bencana dan mempersiapkan masyarakat dengan sumber daya yang diperlukan untuk menghadapinya. Pantai Tambakrejo memiliki potensi ancaman bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan banjir rob (banjir pesisir) yang kemungkinan bisa terjadi kapan saja. Dengan berbagai potensi bencana yang mengancam, pemerintah Kabupaten Blitar berupaya memberikan edukasi dan mitigasi bencana kepada masyarakat. Diantaranya adalah penyuluhan tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana, termasuk tindakan yang perlu diambil saat terjadi bencana. Rumusan masalah dari penelitian ini yakni: (1) Bagaimana kondisi fisik dan sejarah pantai Tambakrejo Kab. Blitar terkait kebencanaan?, (2) Bagaimana peran pemerintah terkait mitigasi pada masyarakat di pantai Tambakrejo Kab. Blitar?, (3) Bagaimana kesiapsiagaan masyarakat terkait potensi bencana di pantai Tambakrejo Kab. Blitar?Tujuan penelitian ini yakni: (1) Untuk mengetahui kondisi fisik dan sejarah pantai Tambakrejo Kab Blitar terkait kebencanaan. (2) Untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah terkait mitigasi bencana di pesisir pantai Tambakrejo Kab. Blitar. (3) Untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat pesisir pantai Tambakrejo Kab. Blitar terkait mitigasi bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan jenis purposive sampling Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pantai Tambakrejo memiliki karakteristik fisik berupa teluk landai yang menyebabkan kawasan ini rentan terhadap banjir rob akibat pasang laut ekstrem dan berisiko tinggi terhadap tsunami karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. (2) Peran pemerintah dalam mitigasi banjir rob di Pantai Tambakrejo masih bersifat reaktif dan belum didukung dengan sistem peringatan dini serta infrastruktur mitigasi yang memadai. Sebaliknya, mitigasi tsunami telah mendapat perhatian lebih melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana, pelatihan kesiapsiagaan, dan sosialisasi mitigasi bencana. Namun, sistem peringatan dini tsunami masih perlu ditingkatkan agar dapat menjangkau seluruh masyarakat secara efektif dan merata. (3) Pengetahuan masyarakat terhadap tsunami dan banjir rob sangat baik sebagai fenomena rutin, namun pemahaman teknis mitigasi masih terbatas. Pengetahuan tsunami lebih baik karena adanya pelatihan dan sosialisasi. Sikap masyarakat terhadap banjir rob cenderung pasif adaptif, sedangkan terhadap tsunami xviii lebih waspada dan proaktif. Rencana tanggap darurat untuk banjir rob belum terorganisir dengan baik, sementara untuk tsunami sudah mulai dibentuk dan disosialisasikan. Sistem peringatan dini banjir rob belum tersedia, sedangkan sistem peringatan tsunami sudah ada. Mobilisasi sumber daya masyarakat untuk banjir rob bersifat spontan, sedangkan untuk tsunami sudah mulai terorganisir melalui kelompok relawan dan pelatihan. Secara keseluruhan, kesiapsiagaan masyarakat di Pantai Tambakrejo masih perlu ditingkatkan terutama dalam aspek mobilisasi sumber daya agar mampu menghadapi risiko bencana dengan lebih efektif.

Item Type: Skripsi
Subjects: Ilmu Pengetahuan Sosial
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris IPS
Depositing User: 126209201032 ELLA PUTRI PERMATASARI
Date Deposited: 20 Jul 2026 06:38
Last Modified: 20 Jul 2026 06:38
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69710

Actions (login required)

View Item View Item